​Dugaan Mafia Tambang di Eks Tambang Pondi: Pekerja Luar Pulau Didatangkan, Pengawasan Dipertanyakan

Selasa, 3 Februari 2026 - 03:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SatuBerita, Babel – Tabir gelap aktivitas pertambangan ilegal di lokasi TB Pemali DU 1517 kini menjadi sorotan. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka secara resmi mendesak pihak berwajib untuk mengusut tuntas penanggung jawab aktivitas tambang di wilayah yang merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) tersebut.

​Berdasarkan data dan kronologis dari Polres Bangka, ditemukan fakta mengejutkan mengenai adanya mobilisasi alat berat dan penambang dari luar Pulau Jawa yang sengaja dikoordinir untuk kepentingan pemilik tambang.

SMSI Bangka menilai kejadian ini sebagai bentuk “perampokan” aset negara yang terjadi secara transparan di depan mata.

​SMSI Bangka menegaskan bahwa sangat naif jika alat berat dan mesin tambang bisa masuk ke area yang seharusnya diawasi ketat oleh petugas pengamanan aset negara tanpa terdeteksi.

Hal ini disebut sebagai preseden buruk bagi penegakan hukum di Negeri Serumpun Sebalai.

​Ketua SMSI Bangka Ahmad Wahyudi secara tegas memohon kepada Polda Bangka Belitung untuk memeriksa sejumlah oknum petinggi yang memiliki otoritas di wilayah tersebut, di antaranya.

  • ​Kawasprod Primer Wilayah Pemali (Rahendra)
  • ​Waka DIV PAM Wilayah Bangka PT Timah (Kombes Purn. Iwan Yusuf)
  • ​Wastam PT Timah (Nur Ais)

​”Tidak mungkin para petinggi ini tidak mengetahui aktivitas di eks tambang Pondi tersebut. Wilayah ini dilindungi dan dijaga ketat. Jika alat berat masuk dan operasi berjalan, pilihannya hanya dua, mereka lalai atau ada kesengajaan pembiaran (tutup mata) terkait pengelolaan barang strategis milik negara,” tegas perwakilan SMSI Bangka.

​Aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) yang diduga milik saudara Akian di lokasi bekas tambang Pondi terpantau mengoperasikan unit alat berat dan mesin dompeng secara masif, meliputi.

  • ​5 Unit Mesin Jenis Dompeng
  • ​2 Unit Excavator (PC 75 & PC 200) berwarna kuning.

Tragisnya, operasional ilegal ini juga memakan korban. Para pekerja yang didatangkan dari Pulau Jawa dilaporkan mengalami kecelakaan kerja.

Korban sempat dibawa ke kediaman saudara Akhian sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat untuk mendapatkan tindakan medis.​

Berdasarkan regulasi terbaru, pasir timah telah dikategorikan sebagai Barang Strategis. Oleh karena itu, penjarahan di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) resmi merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan ekonomi negara.

Kejadian ini dinilai memiliki kemiripan pola dengan kasus pembobolan gudang sitaan negara milik Herman Fu yang ditangani Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu.

​Publik kini menunggu tindakan tegas dari Kapolda Bangka Belitung untuk membongkar jaringan mafia tambang yang berani bermain di wilayah objek vital milik PT Timah Tbk.

Berita Terkait

Dewan Penasehat Sambar.id: Isu Surpres Pergantian Kapolri Menyesatkan, Kewenangan Tetap di Tangan Presiden
Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?
Batas Waktu Berakhir, Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Desak Negara Bertindak Pulihkan Merah Putih di Seba-Seba
KRI Marlin-877 Bergerak Cepat, TNI AL Intensifkan Pencarian Korban Tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 di Perairan Selayar
Tak Akui Klaim Masyarakat Adat Bungku, Jejak Digital Kades Ululere Disorot; Tanah Leluhur Diterobos, Dokumen Negara
Mengaku Sebagai Warga Ululere di Seba-seba, Kades Arman: Kami Tidak Pernah Akui, Gusti Riadi Angkat Bicara
PT Vale Tak Akui Seba-Seba dalam Balasan Somasi, Masyarakat Adat Bungku Desak Audit Legalitas Izin Tambang
Operasi Gabungan di Buaran, 547.880 Batang Rokok Ilegal Diamankan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:37 WIB

Batas Waktu Berakhir, Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Desak Negara Bertindak Pulihkan Merah Putih di Seba-Seba

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:49 WIB

KRI Marlin-877 Bergerak Cepat, TNI AL Intensifkan Pencarian Korban Tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 di Perairan Selayar

Senin, 13 Juli 2026 - 07:15 WIB

Tak Akui Klaim Masyarakat Adat Bungku, Jejak Digital Kades Ululere Disorot; Tanah Leluhur Diterobos, Dokumen Negara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:39 WIB

Mengaku Sebagai Warga Ululere di Seba-seba, Kades Arman: Kami Tidak Pernah Akui, Gusti Riadi Angkat Bicara

Berita Terbaru

Uncategorized

Audensi Berkedok Aspirasi? Dugaan Perburuan Proyek Mulai Terkuak.

Senin, 10 Agu 2026 - 03:25 WIB