Ahok Dorong Jaksa Periksa Erick Thohir dan Jokowi soal Dugaan Korupsi Minyak Mentah Pertamina

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SBO, JAKARTA – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, meminta jaksa penuntut umum (JPU) memeriksa mantan Menteri BUMN Erick Thohir hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo terkait dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah di Pertamina. Dorongan itu disampaikan Ahok saat bersaksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (27/1).

Ahok menyoroti pencopotan dua direksi anak usaha Pertamina yang menurutnya justru memiliki integritas dan kinerja terbaik. Dua nama tersebut adalah Joko Priyono, mantan direksi Kilang Pertamina Internasional (KPI), serta Mas’ud Khamid, mantan direksi Pertamina Patra Niaga (PPN).

Dalam persidangan, jaksa mempertanyakan alasan pencopotan kedua pejabat tersebut. Namun Ahok menegaskan, tidak ada persoalan kinerja maupun integritas yang melatarbelakangi keputusan itu.

“Bagi saya dua saudara ini adalah direktur terbaik yang pernah Pertamina punya. Semua arahan perbaikan yang saya sampaikan, mereka jalankan,” ujar Ahok di hadapan majelis hakim.

Ahok bahkan menyebut Mas’ud Khamid memilih risiko diberhentikan daripada menandatangani pengadaan yang dinilainya menyimpang.

“Pak Mas’ud ini lebih baik dipecat daripada tanda tangan kalau ada penyimpangan. Ini salah satu yang terbaik yang kita punya,” katanya.

Sementara itu, Joko Priyono dinilai Ahok sebagai sosok teknokrat murni dengan pemahaman mendalam tentang kilang. Pencopotan Joko disebutnya sebagai keputusan yang tidak berbasis meritokrasi.

“Pak Joko itu orang kilang, pengetahuannya paling dalam soal kilang. Ketika dia dicopot, saya sampai mau nangis. Ini orang terbaik, tapi justru disingkirkan,” ungkap Ahok.

Merasa ada kejanggalan serius, Ahok mendorong jaksa untuk menelusuri pihak-pihak yang memiliki kewenangan atas pencopotan tersebut.

“Makanya saya bilang ke jaksa, periksa sekalian Kementerian BUMN, periksa Presiden bila perlu. Kenapa orang yang mau beresin justru dicopot?” tegasnya.

Pernyataan Ahok sempat memicu tepuk tangan pengunjung sidang sebelum akhirnya ditegur majelis hakim agar persidangan tetap berlangsung tertib.

Menanggapi hal itu, jaksa menyatakan bahwa dorongan pemeriksaan terhadap Erick Thohir dan Presiden Jokowi belum didukung oleh fakta hukum yang konkret dalam persidangan.

“Keterangan saksi belum menjelaskan perbuatan spesifik, tidak disertai dokumen atau fakta yang dapat memastikan hal tersebut,” ujar jaksa.

Sidang pun dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi berikutnya.

Berita Terkait

Dewan Penasehat Sambar.id: Isu Surpres Pergantian Kapolri Menyesatkan, Kewenangan Tetap di Tangan Presiden
Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?
Batas Waktu Berakhir, Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Desak Negara Bertindak Pulihkan Merah Putih di Seba-Seba
KRI Marlin-877 Bergerak Cepat, TNI AL Intensifkan Pencarian Korban Tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 di Perairan Selayar
Tak Akui Klaim Masyarakat Adat Bungku, Jejak Digital Kades Ululere Disorot; Tanah Leluhur Diterobos, Dokumen Negara
Mengaku Sebagai Warga Ululere di Seba-seba, Kades Arman: Kami Tidak Pernah Akui, Gusti Riadi Angkat Bicara
PT Vale Tak Akui Seba-Seba dalam Balasan Somasi, Masyarakat Adat Bungku Desak Audit Legalitas Izin Tambang
Operasi Gabungan di Buaran, 547.880 Batang Rokok Ilegal Diamankan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Dewan Penasehat Sambar.id: Isu Surpres Pergantian Kapolri Menyesatkan, Kewenangan Tetap di Tangan Presiden

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:37 WIB

Batas Waktu Berakhir, Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Desak Negara Bertindak Pulihkan Merah Putih di Seba-Seba

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:49 WIB

KRI Marlin-877 Bergerak Cepat, TNI AL Intensifkan Pencarian Korban Tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 di Perairan Selayar

Senin, 13 Juli 2026 - 07:15 WIB

Tak Akui Klaim Masyarakat Adat Bungku, Jejak Digital Kades Ululere Disorot; Tanah Leluhur Diterobos, Dokumen Negara

Berita Terbaru

Uncategorized

Diduga Jadi Tempat Peredaran Miras, Rumah di Sragi Disorot

Jumat, 14 Agu 2026 - 02:29 WIB