Di Balik Dugaan Diskotik, HP Ilegal, dan Barang Haram! 9 Detik Goyang Lapas Makassar?

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar — Hanya dalam durasi 9 detik, sebuah video berhasil mengguncang perhatian publik dan membuka dugaan serius mengenai kondisi di Lapas Kelas I Makassar.

Rekaman yang beredar luas itu memperlihatkan suasana yang dinilai jauh dari fungsi dasar lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan.

Dalam video tersebut, sejumlah narapidana tampak bebas menggunakan handphone ilegal.

Yang lebih mengejutkan, terlihat pula atmosfer menyerupai diskotik lengkap dengan lampu hiburan yang diduga berada di dalam area lapas.

Kondisi ini memunculkan spekulasi adanya praktik terlarang, termasuk dugaan peredaran barang haram di balik jeruji.

Sorotan tajam langsung mengarah pada sistem pengawasan internal lapas yang dianggap kecolongan, bahkan diduga terjadi pembiaran oleh oknum tertentu.

“Ini bukan lagi pelanggaran biasa. Kalau fasilitas seperti itu bisa masuk dan dinikmati napi, berarti ada sistem yang gagal atau sengaja dilonggarkan,” ujar seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Video singkat tersebut menjadi pukulan telak bagi wajah pemasyarakatan nasional. Sebab, keberadaan handphone ilegal di dalam lapas selama ini kerap dikaitkan dengan pengendalian jaringan kejahatan dari balik penjara, termasuk dugaan transaksi narkotika.

Sumber lain menyebut razia yang dilakukan selama ini dinilai tidak menyentuh akar persoalan.

“Razia sering hanya formalitas. Yang dibutuhkan adalah pembongkaran jalur masuk barang terlarang dan pemeriksaan oknum yang bermain,” katanya.

Kasus ini disebut berpotensi melanggar berbagai regulasi, mulai dari UU Pemasyarakatan, UU Narkotika, hingga aturan larangan penggunaan alat komunikasi ilegal di lingkungan lapas.

Kini publik menanti langkah tegas dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dan aparat penegak hukum.

Desakan evaluasi total, pemeriksaan petugas, hingga pembongkaran mafia lapas terus menguat.

Jika dugaan ini terbukti benar, maka yang runtuh bukan hanya sistem pengawasan penjara, tetapi juga kepercayaan publik terhadap wibawa hukum negara.

Berita Terkait

Operasi Gabungan di Buaran, 547.880 Batang Rokok Ilegal Diamankan
Persami KKRI Gelombang V Ditutup, Kodaeral VI Tegaskan Komitmen Cetak Pemimpin Muda Berkarakter
Rangkaian HUT Kodaeral VI 2026, TNI AL Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim di Makassar
Kodaeral VI Cetak Generasi Bahari, Dankodaeral Tegaskan Persami Bukan Sekadar Seremonial
TNI AL Kodaeral VI Perkuat Pengendalian Penyakit Kronis, 145 Peserta Ikuti Prolanis 2026
Pesan Prabowo Sampai ke Towuti: Masyarakat Adat Rekam Kedatangan Aparat dan Pihak Perusahaan Saat Antar Surat Klarifikasi
Gudang Hortikultura di Singkawang Disorot, Publik Pertanyakan Transparansi Asal Usul dan Legalitas Distribusi Komoditas
SPBU 64.788.12 Nanga Tayap Disorot: Dugaan Mafia BBM Subsidi Menggurita, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:18

Operasi Gabungan di Buaran, 547.880 Batang Rokok Ilegal Diamankan

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:27

Persami KKRI Gelombang V Ditutup, Kodaeral VI Tegaskan Komitmen Cetak Pemimpin Muda Berkarakter

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:26

Rangkaian HUT Kodaeral VI 2026, TNI AL Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim di Makassar

Sabtu, 20 Juni 2026 - 04:49

Kodaeral VI Cetak Generasi Bahari, Dankodaeral Tegaskan Persami Bukan Sekadar Seremonial

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:39

TNI AL Kodaeral VI Perkuat Pengendalian Penyakit Kronis, 145 Peserta Ikuti Prolanis 2026

Berita Terbaru