Di Balik Dugaan Diskotik, HP Ilegal, dan Barang Haram! 9 Detik Goyang Lapas Makassar?

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar — Hanya dalam durasi 9 detik, sebuah video berhasil mengguncang perhatian publik dan membuka dugaan serius mengenai kondisi di Lapas Kelas I Makassar.

Rekaman yang beredar luas itu memperlihatkan suasana yang dinilai jauh dari fungsi dasar lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan.

Dalam video tersebut, sejumlah narapidana tampak bebas menggunakan handphone ilegal.

Yang lebih mengejutkan, terlihat pula atmosfer menyerupai diskotik lengkap dengan lampu hiburan yang diduga berada di dalam area lapas.

Kondisi ini memunculkan spekulasi adanya praktik terlarang, termasuk dugaan peredaran barang haram di balik jeruji.

Sorotan tajam langsung mengarah pada sistem pengawasan internal lapas yang dianggap kecolongan, bahkan diduga terjadi pembiaran oleh oknum tertentu.

“Ini bukan lagi pelanggaran biasa. Kalau fasilitas seperti itu bisa masuk dan dinikmati napi, berarti ada sistem yang gagal atau sengaja dilonggarkan,” ujar seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Video singkat tersebut menjadi pukulan telak bagi wajah pemasyarakatan nasional. Sebab, keberadaan handphone ilegal di dalam lapas selama ini kerap dikaitkan dengan pengendalian jaringan kejahatan dari balik penjara, termasuk dugaan transaksi narkotika.

Sumber lain menyebut razia yang dilakukan selama ini dinilai tidak menyentuh akar persoalan.

“Razia sering hanya formalitas. Yang dibutuhkan adalah pembongkaran jalur masuk barang terlarang dan pemeriksaan oknum yang bermain,” katanya.

Kasus ini disebut berpotensi melanggar berbagai regulasi, mulai dari UU Pemasyarakatan, UU Narkotika, hingga aturan larangan penggunaan alat komunikasi ilegal di lingkungan lapas.

Kini publik menanti langkah tegas dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dan aparat penegak hukum.

Desakan evaluasi total, pemeriksaan petugas, hingga pembongkaran mafia lapas terus menguat.

Jika dugaan ini terbukti benar, maka yang runtuh bukan hanya sistem pengawasan penjara, tetapi juga kepercayaan publik terhadap wibawa hukum negara.

Berita Terkait

DUMAS SEBA-SEBA MASUK BARESKRIM, SETNEG TEREGISTRASI: WARGA BERTANYA, “POLISI BERSAMA MASYARAKAT” KE MANA?
Di Mabes “Polisi Bersama Masyarakat”, di Perbatasan Lutim–Morowali Bersama Siapa?
Kapolda Sulsel–Sulteng Berganti, PJI Soroti Kepastian Hukum Laporan Masyarakat
Diduga Illegal Mining, Warga Blokade Aktivitas Pertambangan PT Vale Indonesia Tbk di Seba-Seba
IBAS-PUSPA Lagi di Mana? “Janci Mutaroe” Loeha Raya, Janji Politik yang Kini Menunggu Pembuktian
Karang Taruna Towuti Klaim Punya Bukti Autentik, Aktivitas PT Vale di Seba-Seba Terindikasi Ilegal?
Dari Ujung Badik ke Moncong Buldoser: Merah Putih Tumbang! Warga Perbatasan Pertanyakan Pengakuan sebagai Bagian dari NKRI
Pemerintah Pro Rakyat atau Korporasi? TNI–Polri Bersama Siapa, Warga Seba-Seba Bertanya
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:53 WIB

DUMAS SEBA-SEBA MASUK BARESKRIM, SETNEG TEREGISTRASI: WARGA BERTANYA, “POLISI BERSAMA MASYARAKAT” KE MANA?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Di Mabes “Polisi Bersama Masyarakat”, di Perbatasan Lutim–Morowali Bersama Siapa?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Kapolda Sulsel–Sulteng Berganti, PJI Soroti Kepastian Hukum Laporan Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 15:46 WIB

Diduga Illegal Mining, Warga Blokade Aktivitas Pertambangan PT Vale Indonesia Tbk di Seba-Seba

Kamis, 24 September 2026 - 23:22 WIB

IBAS-PUSPA Lagi di Mana? “Janci Mutaroe” Loeha Raya, Janji Politik yang Kini Menunggu Pembuktian

Berita Terbaru