Buntut Dugaan Korupsi Fee Proyek Soppeng, Ratusan Massa Desak Polda Sulsel Tetapkan Tersangka

Senin, 2 Februari 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuberita, Makassar, Sulsel — Buntut dugaan kasus korupsi penerimaan fee proyek di Kabupaten Soppeng, ratusan orang yang tergabung dalam Organisasi Elang Timur Indonesia bersama elemen masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi konsolidasi di depan Kantor Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel), Senin (2/2/2026).

Dalam aksi tersebut, massa secara tegas mendesak Kapolda Sulsel agar serius dan transparan dalam menangani dugaan korupsi yang dinilai hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

Para demonstran menilai lambannya penanganan perkara berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

Massa aksi menyampaikan bahwa aparat penegak hukum tidak boleh ragu dalam menindak dugaan tindak pidana korupsi, terlebih apabila alat bukti telah terpenuhi.

Mereka meminta Polda Sulsel segera menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, massa menegaskan penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Dugaan penerimaan fee proyek tersebut dinilai telah merugikan keuangan negara serta mencederai rasa keadilan masyarakat.

Selain berorasi, massa aksi membentangkan sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan agar dugaan korupsi proyek di Kabupaten Soppeng segera diusut tuntas.

Mereka juga meminta seluruh proses hukum dibuka ke publik agar dapat diawasi oleh masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial.

Para demonstran menegaskan akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus tersebut hingga adanya kejelasan hukum dan kepastian penetapan tersangka.

Menurut mereka, pembiaran terhadap praktik korupsi sama saja dengan mengkhianati amanat rakyat dan prinsip negara hukum.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan berakhir dalam keadaan aman dan kondusif.

Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib sambil menyerukan komitmen untuk kembali turun ke jalan apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti. (Dian)

Berita Terkait

IBAS-PUSPA Lagi di Mana? “Janci Mutaroe” Loeha Raya, Janji Politik yang Kini Menunggu Pembuktian
Karang Taruna Towuti Klaim Punya Bukti Autentik, Aktivitas PT Vale di Seba-Seba Terindikasi Ilegal?
Dari Ujung Badik ke Moncong Buldoser: Merah Putih Tumbang! Warga Perbatasan Pertanyakan Pengakuan sebagai Bagian dari NKRI
Pemerintah Pro Rakyat atau Korporasi? TNI–Polri Bersama Siapa, Warga Seba-Seba Bertanya
BREAKING NEWS: Jalan Hauling Ditutup! Warga Seba-Seba Desak Pemerintah Periksa Peta, Izin dan Batas Wilayah
Merah Putih Akan Kembali Dikibarkan di Seba-Seba, Bambu Runcing Jadi Simbol Semangat Perjuangan
Praperadilan No. 32/Pid.Pra/2026/PN Mks Memanas, Legalitas Laporan hingga Penyitaan HP Dipersoalkan
PRABOWO: “APARAT TAK BERES, VIDEO SAJA!” — SOROTAN “JANGAN SOTTA-SOTTA” DI POLRESTABES MAKASSAR
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 23:22 WIB

IBAS-PUSPA Lagi di Mana? “Janci Mutaroe” Loeha Raya, Janji Politik yang Kini Menunggu Pembuktian

Rabu, 16 September 2026 - 15:26 WIB

Karang Taruna Towuti Klaim Punya Bukti Autentik, Aktivitas PT Vale di Seba-Seba Terindikasi Ilegal?

Minggu, 13 September 2026 - 08:37 WIB

Dari Ujung Badik ke Moncong Buldoser: Merah Putih Tumbang! Warga Perbatasan Pertanyakan Pengakuan sebagai Bagian dari NKRI

Selasa, 8 September 2026 - 08:58 WIB

Pemerintah Pro Rakyat atau Korporasi? TNI–Polri Bersama Siapa, Warga Seba-Seba Bertanya

Senin, 7 September 2026 - 12:46 WIB

BREAKING NEWS: Jalan Hauling Ditutup! Warga Seba-Seba Desak Pemerintah Periksa Peta, Izin dan Batas Wilayah

Berita Terbaru