KRI Marlin-877 Bergerak Cepat, TNI AL Intensifkan Pencarian Korban Tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 di Perairan Selayar

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SATUBERITA.ONLINE | SELAYAR – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) menunjukkan respons cepat dalam operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) terhadap korban tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa 01 di perairan Laut Flores, sebelah selatan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Operasi kemanusiaan tersebut dipimpin dengan mengerahkan KRI Marlin-877 beserta personel, peralatan keselamatan, dan dukungan logistik guna mempercepat proses evakuasi serta pencarian korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Insiden bermula pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA, ketika KLM Nurul Salsa 01 berlayar dari Pelabuhan Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar.

Sekitar pukul 09.30 WITA, kapal dilaporkan mengalami kerusakan total pada mesin utama di koordinat 06°41’750″ LS – 120°22’993″ BT. Kondisi semakin memburuk setelah pompa pembuangan air tidak lagi berfungsi sekitar pukul 10.00 WITA, menyebabkan air terus masuk ke dalam lambung kapal.

Setelah berjuang selama beberapa jam menghadapi kondisi darurat, kapal akhirnya tenggelam sekitar pukul 16.00 WITA di koordinat 06°56’122″ LS – 120°10’188″ BT.

Menerima laporan dari Kantor SAR Makassar pada pukul 15.50 WITA, Kodaeral VI langsung mengaktifkan operasi SAR. KRI Marlin-877 bertolak dari Dermaga Layang Markas Komando Kodaeral VI pada pukul 20.03 WITA, diperkuat lima personel dari Kantor SAR Makassar.

Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi faktor utama dalam penyelamatan korban di laut.

“Kecepatan respons dan kesiapan personel adalah kunci utama dalam menyelamatkan nyawa di tengah laut. Kami tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja,” tegasnya.

Memasuki Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WITA, KRI Marlin-877 tiba di sekitar Pulau Polassi dan segera melakukan pengumpulan informasi serta penyisiran awal. Pada pukul 07.00 WITA, kapal perang tersebut mencapai titik lokasi tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 dan melaksanakan pencarian intensif selama dua jam.

Berdasarkan hasil verifikasi sementara hingga pukul 11.00 WITA, sebanyak 52 orang telah berhasil dievakuasi.

Dari jumlah tersebut, enam orang diselamatkan nelayan setempat dan dibawa ke Pulau Polassi, sementara 46 orang lainnya dievakuasi oleh KLM Harapan Kita menuju Pulau Jampea. Dari 46 korban tersebut, 45 orang dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia.

Meski demikian, proses pencarian belum berakhir. Berdasarkan pencocokan sementara daftar awak kapal dan penumpang, 16 orang masih belum diketahui keberadaannya.

TNI AL menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat dinamis dan terus diverifikasi bersama Basarnas, pemerintah daerah, aparat terkait, serta keluarga korban.

Saat ini, KRI Marlin-877 telah berada di Pelabuhan Laut Jampea untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan penanganan korban yang telah dievakuasi.

Tim SAR gabungan juga telah menyusun pola pencarian lanjutan dengan memperluas area penyisiran, meliputi titik awal kerusakan mesin, lokasi tenggelamnya kapal, perairan sekitar Pulau Polassi, jalur pelayaran menuju Pulau Jampea, hingga wilayah yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban berdasarkan arus laut dan kondisi cuaca.

Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menegaskan TNI AL akan terus mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki hingga seluruh korban berhasil ditemukan.


“Kami tidak akan berhenti mencari sampai seluruh korban ditemukan. Kami juga membuka koordinasi dengan seluruh nelayan maupun kapal yang melintas agar setiap informasi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti demi keberhasilan operasi ini,” ujarnya.


Ia juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai penumpang maupun korban agar segera melaporkannya kepada petugas di lokasi untuk mempercepat proses identifikasi dan pencarian.


Operasi SAR laut ini merupakan pelaksanaan tugas TNI Angkatan Laut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, khususnya tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang mencakup bantuan pencarian dan pertolongan (SAR) serta bantuan kemanusiaan.

Selain itu, operasi dilakukan dengan sinergi bersama Basarnas sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, yang mengatur koordinasi nasional dalam penyelenggaraan operasi SAR.


Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap korban yang masih hilang terus berlangsung dengan melibatkan unsur TNI AL, Basarnas, nelayan, serta berbagai unsur SAR gabungan. Data jumlah korban masih dapat berubah mengikuti hasil verifikasi resmi di lapangan.

Berita Terkait

SPBU 74.925.39 Caile Kembali Disorot, IMM Bulukumba Desak APH Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Pertalite
Dewan Penasehat Sambar.id: Isu Surpres Pergantian Kapolri Menyesatkan, Kewenangan Tetap di Tangan Presiden
Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?
Batas Waktu Berakhir, Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Desak Negara Bertindak Pulihkan Merah Putih di Seba-Seba
Tak Akui Klaim Masyarakat Adat Bungku, Jejak Digital Kades Ululere Disorot; Tanah Leluhur Diterobos, Dokumen Negara
Mengaku Sebagai Warga Ululere di Seba-seba, Kades Arman: Kami Tidak Pernah Akui, Gusti Riadi Angkat Bicara
PT Vale Tak Akui Seba-Seba dalam Balasan Somasi, Masyarakat Adat Bungku Desak Audit Legalitas Izin Tambang
Operasi Gabungan di Buaran, 547.880 Batang Rokok Ilegal Diamankan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:06 WIB

SPBU 74.925.39 Caile Kembali Disorot, IMM Bulukumba Desak APH Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Pertalite

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Dewan Penasehat Sambar.id: Isu Surpres Pergantian Kapolri Menyesatkan, Kewenangan Tetap di Tangan Presiden

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:37 WIB

Batas Waktu Berakhir, Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Desak Negara Bertindak Pulihkan Merah Putih di Seba-Seba

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:49 WIB

KRI Marlin-877 Bergerak Cepat, TNI AL Intensifkan Pencarian Korban Tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 di Perairan Selayar

Berita Terbaru