SatuBerita,Pemalang, — Upaya peningkatan kualitas konstruksi berbasis baja ringan terus didorong secara konkret. Jumat, 24 April 2026, Rimba Kencana Baja Comal menggelar pelatihan aplikator bersama perusahaan baja ringan Kencana di Rumah Makan Prima Comal, Pemalang.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis memperkuat kompetensi teknis para aplikator di lapangan.
Diinisiasi oleh pengusaha lokal, H. Faiz, yang selama ini dikenal memiliki jaringan aplikator resmi di wilayah Pekalongan dan sekitarnya, pelatihan ini menyasar peningkatan standar pemasangan yang presisi, aman, dan berkelanjutan.
Ridwan, teknisi ahli dari Kencana, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menutup celah kesalahan teknis yang kerap terjadi dalam praktik pemasangan baja ringan.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung. Tujuannya agar aplikator benar-benar memahami perencanaan hingga eksekusi pemasangan secara tepat,” ujar Ridwan.
Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali pemahaman menyeluruh mulai dari teknik perhitungan struktur, pemilihan material, hingga metode pemasangan yang sesuai standar industri.
Pendekatan ini dinilai krusial mengingat tingginya kebutuhan konstruksi baja ringan di masyarakat yang seringkali tidak diimbangi dengan kualitas tenaga aplikator.
Sementara itu, H. Faiz menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas melalui sistem aplikator resmi yang terstandarisasi.
“Aplikator resmi hanya tersedia di perusahaan kami. Ini bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan setiap pemasangan baja ringan memenuhi standar kualitas dan keamanan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa sektor jasa pemasangan baja ringan tidak bisa lagi dikelola secara sembarangan.
Standarisasi tenaga kerja menjadi kunci untuk menghindari risiko kegagalan konstruksi yang dapat merugikan masyarakat.
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis para aplikator, tetapi juga membangun ekosistem kerja yang profesional, terukur, dan bertanggung jawab.
Di tengah pesatnya pertumbuhan pembangunan, kualitas bukan lagi pilihan—melainkan keharusan.








