Rimba Kencana Baja Comal Perkuat Standar Aplikator, Kolaborasi dengan Kencana Digelar Serius dan Terukur

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SatuBerita,Pemalang, — Upaya peningkatan kualitas konstruksi berbasis baja ringan terus didorong secara konkret. Jumat, 24 April 2026, Rimba Kencana Baja Comal menggelar pelatihan aplikator bersama perusahaan baja ringan Kencana di Rumah Makan Prima Comal, Pemalang.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis memperkuat kompetensi teknis para aplikator di lapangan.

Diinisiasi oleh pengusaha lokal, H. Faiz, yang selama ini dikenal memiliki jaringan aplikator resmi di wilayah Pekalongan dan sekitarnya, pelatihan ini menyasar peningkatan standar pemasangan yang presisi, aman, dan berkelanjutan.

Ridwan, teknisi ahli dari Kencana, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menutup celah kesalahan teknis yang kerap terjadi dalam praktik pemasangan baja ringan.

“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung. Tujuannya agar aplikator benar-benar memahami perencanaan hingga eksekusi pemasangan secara tepat,” ujar Ridwan.

Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali pemahaman menyeluruh mulai dari teknik perhitungan struktur, pemilihan material, hingga metode pemasangan yang sesuai standar industri.

Pendekatan ini dinilai krusial mengingat tingginya kebutuhan konstruksi baja ringan di masyarakat yang seringkali tidak diimbangi dengan kualitas tenaga aplikator.

Sementara itu, H. Faiz menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas melalui sistem aplikator resmi yang terstandarisasi.

“Aplikator resmi hanya tersedia di perusahaan kami. Ini bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan setiap pemasangan baja ringan memenuhi standar kualitas dan keamanan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa sektor jasa pemasangan baja ringan tidak bisa lagi dikelola secara sembarangan.

Standarisasi tenaga kerja menjadi kunci untuk menghindari risiko kegagalan konstruksi yang dapat merugikan masyarakat.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis para aplikator, tetapi juga membangun ekosistem kerja yang profesional, terukur, dan bertanggung jawab.

Di tengah pesatnya pertumbuhan pembangunan, kualitas bukan lagi pilihan—melainkan keharusan.

Berita Terkait

Di Balik Razia Warung Kopi Semitau: Luka Warga dan Pertanyaan tentang Prosedur Aparat
Petani Lada: Jangan Jadi Kucing Garong ke Rakyat, Tapi Macan Ompong di Hadapan Tambang
Setelah Kambing, Terong Ikut Dilibas?, Dugaan Penyimpangan Bantuan di Lembang Terbuka?
Tanah Digusur, Hak Dihapus: Pandawa Desak Presiden dan DPR Tindak Dugaan Pelanggaran oleh PT Vale
Cobra Sulsel Desak Polres Gowa Tangkap Terlapor Dugaan Penipuan, Sebut Kasus Clemens Richard Diduga Sarat Kejanggalan
Bangun Sinergi, PJI Tantang Kajati Sulsel dan Kajari Sinjai Baru Tuntaskan Kasus Warisan Hibah PDAM
DPRD Babel Ultimatum PT Timah: Cabut SPK CV Pelangi Berkah, Lindungi Nelayan Tanjung Niur
PT Timah “Tak Tahu Batas”, DPRD Babel Naikkan Tekanan: Zona Tangkap Nelayan Bukan Ruang Eksperimen

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 06:53

Petani Lada: Jangan Jadi Kucing Garong ke Rakyat, Tapi Macan Ompong di Hadapan Tambang

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:49

Setelah Kambing, Terong Ikut Dilibas?, Dugaan Penyimpangan Bantuan di Lembang Terbuka?

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:34

Tanah Digusur, Hak Dihapus: Pandawa Desak Presiden dan DPR Tindak Dugaan Pelanggaran oleh PT Vale

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:44

Cobra Sulsel Desak Polres Gowa Tangkap Terlapor Dugaan Penipuan, Sebut Kasus Clemens Richard Diduga Sarat Kejanggalan

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:38

Bangun Sinergi, PJI Tantang Kajati Sulsel dan Kajari Sinjai Baru Tuntaskan Kasus Warisan Hibah PDAM

Berita Terbaru