Konsolidasi LMP Berbuah Penataan Total, Taufik Hidayat Siap Benahi Struktur hingga Daerah

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuberita.online, Makassar — Konsolidasi besar di tubuh Laskar Merah Putih (LMP) akhirnya menemui titik terang. Pertemuan dua tokoh sentral, H. Ir. Arsyad Cannu dan H. Adek Erfil Manurung, bukan sekadar simbol rekonsiliasi, melainkan sinyal kuat berakhirnya dualisme yang sempat menggerus soliditas organisasi.

Langkah ini dinilai sebagai manuver strategis dan penuh kedewasaan, mengingat konflik internal kerap menjadi batu sandungan bagi organisasi kemasyarakatan. Kini, LMP justru menunjukkan arah sebaliknya: menyatukan perbedaan menjadi energi kolektif.

Hasil konsolidasi tersebut langsung berdampak pada penataan struktur di daerah. M. Taufik Hidayat kembali dipercaya menakhodai sebagai KAMADA LMP Sulawesi Selatan, sementara Irwan Adnan didapuk sebagai Dewan Pembina MADA LMP Sulsel.

Tak berhenti pada penetapan struktur, Taufik langsung mengirim pesan tegas: konsolidasi harus diikuti kerja nyata.

“Kami tidak ingin ini berhenti di seremoni. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan pembenahan menyeluruh hingga ke tingkat kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Struktur harus rapi, solid, dan benar-benar bekerja untuk masyarakat,” tegas M. Taufik Hidayat.

Pernyataan ini menegaskan bahwa arah baru LMP bukan hanya soal rekonsiliasi elit, tetapi juga restrukturisasi organisasi dari bawah ke atas—sebuah langkah yang selama ini kerap diabaikan banyak organisasi.

Dukungan terhadap konsolidasi ini juga datang dari daerah. Sudirman Pangaribuan menilai momentum ini sebagai titik balik penting bagi kebangkitan LMP.

“Konsolidasi ini adalah langkah berani. Kita buktikan bahwa LMP tidak rapuh oleh perbedaan, justru kuat karena mampu menyatukan perbedaan itu,” ujarnya.

Ia menegaskan, jajaran di Makassar siap mengawal penuh hasil konsolidasi tersebut.

“Tidak ada lagi ruang konflik. Yang ada adalah kerja kolektif dan pengabdian. Ini saatnya LMP hadir sebagai solusi, bukan bagian dari masalah,” tambahnya.

Dengan arah baru ini, LMP Sulawesi Selatan dihadapkan pada ujian sesungguhnya: membuktikan bahwa konsolidasi bukan sekadar narasi elite, tetapi benar-benar menjelma menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.

Publik kini menanti—apakah konsolidasi ini akan melahirkan organisasi yang lebih kuat dan berintegritas, atau kembali terjebak dalam pola lama yang sarat konflik.

Berita Terkait

Operasi Gabungan di Buaran, 547.880 Batang Rokok Ilegal Diamankan
Persami KKRI Gelombang V Ditutup, Kodaeral VI Tegaskan Komitmen Cetak Pemimpin Muda Berkarakter
Rangkaian HUT Kodaeral VI 2026, TNI AL Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim di Makassar
Kodaeral VI Cetak Generasi Bahari, Dankodaeral Tegaskan Persami Bukan Sekadar Seremonial
TNI AL Kodaeral VI Perkuat Pengendalian Penyakit Kronis, 145 Peserta Ikuti Prolanis 2026
Pesan Prabowo Sampai ke Towuti: Masyarakat Adat Rekam Kedatangan Aparat dan Pihak Perusahaan Saat Antar Surat Klarifikasi
Gudang Hortikultura di Singkawang Disorot, Publik Pertanyakan Transparansi Asal Usul dan Legalitas Distribusi Komoditas
SPBU 64.788.12 Nanga Tayap Disorot: Dugaan Mafia BBM Subsidi Menggurita, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:18

Operasi Gabungan di Buaran, 547.880 Batang Rokok Ilegal Diamankan

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:27

Persami KKRI Gelombang V Ditutup, Kodaeral VI Tegaskan Komitmen Cetak Pemimpin Muda Berkarakter

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:26

Rangkaian HUT Kodaeral VI 2026, TNI AL Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim di Makassar

Sabtu, 20 Juni 2026 - 04:49

Kodaeral VI Cetak Generasi Bahari, Dankodaeral Tegaskan Persami Bukan Sekadar Seremonial

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:39

TNI AL Kodaeral VI Perkuat Pengendalian Penyakit Kronis, 145 Peserta Ikuti Prolanis 2026

Berita Terbaru