Konsolidasi LMP Berbuah Penataan Total, Taufik Hidayat Siap Benahi Struktur hingga Daerah

Senin, 4 Mei 2026 - 01:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuberita.online, Makassar — Konsolidasi besar di tubuh Laskar Merah Putih (LMP) akhirnya menemui titik terang. Pertemuan dua tokoh sentral, H. Ir. Arsyad Cannu dan H. Adek Erfil Manurung, bukan sekadar simbol rekonsiliasi, melainkan sinyal kuat berakhirnya dualisme yang sempat menggerus soliditas organisasi.

Langkah ini dinilai sebagai manuver strategis dan penuh kedewasaan, mengingat konflik internal kerap menjadi batu sandungan bagi organisasi kemasyarakatan. Kini, LMP justru menunjukkan arah sebaliknya: menyatukan perbedaan menjadi energi kolektif.

Hasil konsolidasi tersebut langsung berdampak pada penataan struktur di daerah. M. Taufik Hidayat kembali dipercaya menakhodai sebagai KAMADA LMP Sulawesi Selatan, sementara Irwan Adnan didapuk sebagai Dewan Pembina MADA LMP Sulsel.

Tak berhenti pada penetapan struktur, Taufik langsung mengirim pesan tegas: konsolidasi harus diikuti kerja nyata.

“Kami tidak ingin ini berhenti di seremoni. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan pembenahan menyeluruh hingga ke tingkat kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Struktur harus rapi, solid, dan benar-benar bekerja untuk masyarakat,” tegas M. Taufik Hidayat.

Pernyataan ini menegaskan bahwa arah baru LMP bukan hanya soal rekonsiliasi elit, tetapi juga restrukturisasi organisasi dari bawah ke atas—sebuah langkah yang selama ini kerap diabaikan banyak organisasi.

Dukungan terhadap konsolidasi ini juga datang dari daerah. Sudirman Pangaribuan menilai momentum ini sebagai titik balik penting bagi kebangkitan LMP.

“Konsolidasi ini adalah langkah berani. Kita buktikan bahwa LMP tidak rapuh oleh perbedaan, justru kuat karena mampu menyatukan perbedaan itu,” ujarnya.

Ia menegaskan, jajaran di Makassar siap mengawal penuh hasil konsolidasi tersebut.

“Tidak ada lagi ruang konflik. Yang ada adalah kerja kolektif dan pengabdian. Ini saatnya LMP hadir sebagai solusi, bukan bagian dari masalah,” tambahnya.

Dengan arah baru ini, LMP Sulawesi Selatan dihadapkan pada ujian sesungguhnya: membuktikan bahwa konsolidasi bukan sekadar narasi elite, tetapi benar-benar menjelma menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.

Publik kini menanti—apakah konsolidasi ini akan melahirkan organisasi yang lebih kuat dan berintegritas, atau kembali terjebak dalam pola lama yang sarat konflik.

Berita Terkait

DUMAS SEBA-SEBA MASUK BARESKRIM, SETNEG TEREGISTRASI: WARGA BERTANYA, “POLISI BERSAMA MASYARAKAT” KE MANA?
Di Mabes “Polisi Bersama Masyarakat”, di Perbatasan Lutim–Morowali Bersama Siapa?
Kapolda Sulsel–Sulteng Berganti, PJI Soroti Kepastian Hukum Laporan Masyarakat
Diduga Illegal Mining, Warga Blokade Aktivitas Pertambangan PT Vale Indonesia Tbk di Seba-Seba
IBAS-PUSPA Lagi di Mana? “Janci Mutaroe” Loeha Raya, Janji Politik yang Kini Menunggu Pembuktian
Karang Taruna Towuti Klaim Punya Bukti Autentik, Aktivitas PT Vale di Seba-Seba Terindikasi Ilegal?
Dari Ujung Badik ke Moncong Buldoser: Merah Putih Tumbang! Warga Perbatasan Pertanyakan Pengakuan sebagai Bagian dari NKRI
Pemerintah Pro Rakyat atau Korporasi? TNI–Polri Bersama Siapa, Warga Seba-Seba Bertanya
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:53 WIB

DUMAS SEBA-SEBA MASUK BARESKRIM, SETNEG TEREGISTRASI: WARGA BERTANYA, “POLISI BERSAMA MASYARAKAT” KE MANA?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Di Mabes “Polisi Bersama Masyarakat”, di Perbatasan Lutim–Morowali Bersama Siapa?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Kapolda Sulsel–Sulteng Berganti, PJI Soroti Kepastian Hukum Laporan Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 15:46 WIB

Diduga Illegal Mining, Warga Blokade Aktivitas Pertambangan PT Vale Indonesia Tbk di Seba-Seba

Kamis, 24 September 2026 - 23:22 WIB

IBAS-PUSPA Lagi di Mana? “Janci Mutaroe” Loeha Raya, Janji Politik yang Kini Menunggu Pembuktian

Berita Terbaru