PEKALONGAN |satu berita online.Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, bersama perwakilan DPU Taru melalui Bidang PSDA, meninjau kondisi tanggul melintang atau yang dikenal sebagai tanggul TNI di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Rabu (13/5/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai respons atas aduan masyarakat terkait kondisi tanggul yang kerap dilimpasi air pasang (rob) yang berpotensi menyebabkan banjir di permukiman warga.
Sumar Rosul menyampaikan, berdasarkan laporan warga, tanggul tersebut sudah tidak mampu menahan debit air saat pasang, sehingga air mulai masuk ke kawasan permukiman. Menindaklanjuti kondisi tersebut, DPRD bersama pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta untuk peninggian tanggul.
“Dalam pergeseran anggaran kemarin, sudah kita sepakati untuk dianggarkan sekitar Rp600 juta untuk peninggian tanggul TNI. Namun, melihat kebutuhan di lapangan yang cukup banyak, penanganan yang bersifat mendesak akan didahulukan,” ujar Sumar.
Selain peninggian tanggul, perbaikan pintu air Sungai Meduri juga menjadi perhatian dan akan segera dilakukan dalam bentuk perbaikan, bukan pembangunan baru. Sementara sejumlah program lainnya masih dalam tahap perencanaan.
Ia menambahkan, langkah-langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan saat aksi demonstrasi banjir beberapa bulan lalu, yang sempat merendam sejumlah desa di Kecamatan Tirto selama kurang lebih 37 hari.
Dari tujuh poin tuntutan yang diajukan saat itu, sebagian besar telah direalisasikan, antara lain peninggian tanggul oleh PUPR Provinsi Jawa Tengah, penambahan dua pompa portable di Karangjompo dan Mulyorejo, serta pemenuhan kebutuhan bahan bakar operasional pompa. Selain itu, pembangunan rumah pompa di Desa Karangjompo senilai sekitar Rp3 miliar juga telah memasuki tahap pelaksanaan.
Adapun perbaikan pintu air di Desa Mulyorejo telah disepakati untuk segera dilakukan, sementara perbaikan ruas jalan Karangjompo–Pecakaran–Tegaldowo hingga Mulyorejo sepanjang kurang lebih 300 meter masuk dalam perencanaan tahun ini. Dari keseluruhan poin tersebut, hanya normalisasi drainase Desa Pacar yang hingga kini belum teranggarkan.
“Penanganan ini dilakukan secara bertahap. Mudah-mudahan ke depan, termasuk pengaturan aliran dari selatan agar tidak menumpuk di Karangjompo, bisa segera dituntaskan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PSDA DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Pujo, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei lapangan, panjang tanggul yang direncanakan untuk ditinggikan mencapai sekitar 500 meter.
“Tadi sudah kita cek bersama di lapangan, harapannya bisa berjalan maksimal tanpa kendala. Untuk anggaran, sudah kita siapkan melalui skema mendahului perubahan, saat ini masih tahap perencanaan sebelum nantinya dilelangkan,” jelasnya.
Di sisi lain, warga Desa Mulyorejo, Samusi, mengungkapkan bahwa wilayahnya kini hampir setiap hari dilanda banjir, terutama pada sore hari akibat luapan sungai dan tanggul yang tidak mampu menahan air.
“Sekarang hampir tiap sore banjir. Air dari sungai meluap, tanggul juga limpas, di jembatan juga sama, hampir semuanya limpas,” ujarnya.
Ia berharap rencana peninggian tanggul sepanjang 500 meter tersebut dapat segera direalisasikan agar warga tidak terus-menerus terdampak banjir.
“Harapan kami segera dilaksanakan. Termasuk pintu air juga segera diperbaiki, karena itu sudah jadi kesepakatan waktu demo dulu, tinggal pelaksanaannya saja,” pungkasnya. Redaksi








