Diduga Ada Oknum Wartawan dan Eks TNI Jadi “Pagar Betis”, “Big Bos” SMI SLH Asal Surabaya Disebut di Balik Layar

Selasa, 17 Februari 2026 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SatuBerita, Bangka Tengah — Aroma tambang timah ilegal di Desa Nadi kian menyengat. Bukan hanya soal aktivitas tanpa izin yang kembali muncul di lokasi yang sebelumnya pernah ditindak, tetapi juga dugaan adanya “pagar betis” tak kasat mata: oknum wartawan dan sosok berlatar eks TNI yang disebut-sebut menjaga kepentingan pemodal besar.

Sejumlah sumber warga menyebut, koordinasi di lapangan tidak berjalan spontan. Ada pola komunikasi yang rapi.

Ada yang mengatur siapa boleh masuk, siapa harus diam. Bahkan, muncul dugaan intervensi terhadap pemberitaan agar tidak lagi naik ke publik.

Jika benar ada oknum pers yang justru menjadi tameng praktik ilegal, maka ini bukan sekadar pelanggaran hukum pertambangan—ini penghinaan terhadap marwah jurnalistik.

Nama seorang pengusaha asal Surabaya berinisial SMI SLH turut mencuat.

Ia disebut-sebut sebagai “big bos” di balik operasional, meski informasi ini masih perlu klarifikasi resmi. Prinsip praduga tak bersalah tetap dijunjung.

Namun publik berhak tahu: siapa pemodal? Siapa pengatur lapangan? Dan siapa yang bermain di belakang layar?

Lebih jauh, sosok berinisial SYM yang disebut berlatar belakang eks TNI juga dikaitkan sebagai figur pengendali teknis di lapangan.

Jika benar ada keterlibatan mantan aparat negara dalam aktivitas tambang ilegal, maka persoalannya bukan lagi ekonomi—melainkan moral dan wibawa hukum.

Padahal, praktik penambangan tanpa izin jelas melanggar UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba. Pasal 158 mengancam penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar.

Pasal 161 menjerat siapa pun yang menampung atau memperdagangkan hasil tambang ilegal.
Apalagi jika sampai menyentuh rantai distribusi ke BUMN seperti PT Timah Tbk—yang hingga kini masih sebatas dugaan dan perlu konfirmasi—maka skandalnya bisa menjalar ke tata niaga timah nasional.

Di tengah komitmen pemberantasan tambang ilegal yang kerap digaungkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, kasus Nadi menjadi ujian nyata: apakah hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas? Atau benar-benar berdiri tanpa pandang bulu?

Tambang ilegal bukan hanya soal lubang di tanah. Ia meninggalkan lubang pada kepercayaan publik.

Jika benar ada pagar betis dari oknum wartawan dan eks aparat, maka yang rusak bukan hanya lingkungan—tetapi juga etika, hukum, dan integritas negara.

Publik Bangka Tengah menunggu.
Bukan klarifikasi basa-basi.
Tapi tindakan nyata.

Berita Terkait

Dewan Penasehat Sambar.id: Isu Surpres Pergantian Kapolri Menyesatkan, Kewenangan Tetap di Tangan Presiden
Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?
Batas Waktu Berakhir, Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Desak Negara Bertindak Pulihkan Merah Putih di Seba-Seba
KRI Marlin-877 Bergerak Cepat, TNI AL Intensifkan Pencarian Korban Tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 di Perairan Selayar
Tak Akui Klaim Masyarakat Adat Bungku, Jejak Digital Kades Ululere Disorot; Tanah Leluhur Diterobos, Dokumen Negara
Mengaku Sebagai Warga Ululere di Seba-seba, Kades Arman: Kami Tidak Pernah Akui, Gusti Riadi Angkat Bicara
PT Vale Tak Akui Seba-Seba dalam Balasan Somasi, Masyarakat Adat Bungku Desak Audit Legalitas Izin Tambang
Operasi Gabungan di Buaran, 547.880 Batang Rokok Ilegal Diamankan
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Dewan Penasehat Sambar.id: Isu Surpres Pergantian Kapolri Menyesatkan, Kewenangan Tetap di Tangan Presiden

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:37 WIB

Batas Waktu Berakhir, Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Desak Negara Bertindak Pulihkan Merah Putih di Seba-Seba

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:49 WIB

KRI Marlin-877 Bergerak Cepat, TNI AL Intensifkan Pencarian Korban Tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 di Perairan Selayar

Senin, 13 Juli 2026 - 07:15 WIB

Tak Akui Klaim Masyarakat Adat Bungku, Jejak Digital Kades Ululere Disorot; Tanah Leluhur Diterobos, Dokumen Negara

Berita Terbaru