Merah Putih Akan Kembali Dikibarkan di Seba-Seba, Bambu Runcing Jadi Simbol Semangat Perjuangan

Minggu, 6 September 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


LUWU TIMUR — Merah Putih akan kembali dikibarkan di kawasan Seba-Seba, wilayah perbatasan Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dan Morowali, Sulawesi Tengah. Pengibaran kembali Sang Merah Putih bukan sekadar seremoni. Di tengah persoalan lahan yang masih menjadi perhatian masyarakat, bendera negara itu hendak dijadikan penegasan bahwa perjuangan mereka tetap berada dalam bingkai NKRI, adat, dan hukum.

Yang menarik, pengibaran tersebut akan disertai bambu runcing sebagai simbol semangat perjuangan. Bukan untuk mengangkat senjata.
Bukan untuk menghadirkan kekerasan.
Melainkan sebagai simbol historis keberanian rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Pesannya jelas: Merah Putih tetap berkibar, perjuangan tetap berjalan, tetapi hukum tetap menjadi jalan utama.

MERAH PUTIH JANGAN LAGI TUMBANG

Sebelumnya, masyarakat menyebut Merah Putih dikibarkan di kawasan Seba-Seba pada 23 Juli 2026.
Sehari kemudian, 24 Juli 2026, bendera tersebut dilaporkan tumbang. Masyarakat menduga tali pengikatnya dipotong menggunakan benda tajam.
Namun dugaan itu belum dapat dijadikan kesimpulan hukum.

Siapa yang memotong? Apa motifnya? Apakah benar menggunakan benda tajam? Siapa yang berada di lokasi? Dan apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan persoalan lahan?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya dapat dijawab melalui pemeriksaan dan pembuktian.
Karena itu, jika terdapat foto, video, saksi, kondisi tali maupun barang bukti lain, seluruhnya penting untuk diperiksa secara objektif.
Jangan biarkan fakta kalah oleh dugaan.

BAMBU RUNCING BUKAN AJAKAN KEKERASAN

Bambu runcing memiliki tempat dalam ingatan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Namun konteks perjuangan hari ini berbeda.
Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, bambu runcing cukup menjadi simbol keberanian dan semangat perjuangan. Ia tidak boleh berubah menjadi alat untuk mengancam atau melukai siapa pun.

Perjuangan masyarakat harus tetap dilakukan dengan cara damai dan konstitusional.
Bukti menggantikan senjata.
Hukum menggantikan kekerasan.
Musyawarah menggantikan benturan.
Dan Merah Putih menjadi simbol persatuan.

ATAS NAMA NKRI DAN ADAT

Pengibaran kembali Merah Putih juga membawa pesan politik-sosial yang kuat. Masyarakat ingin menunjukkan bahwa persoalan yang mereka perjuangkan bukanlah perjuangan melawan negara. Mereka justru menegaskan diri sebagai bagian dari Indonesia.

Atas nama NKRI dan adat, persoalan lahan diminta diselesaikan secara terbuka, objektif dan berdasarkan bukti.
Jika masyarakat memiliki dasar hak, periksa.
Jika pihak perusahaan memiliki dasar penguasaan atau penggunaan wilayah, periksa pula.
Jika ada dugaan pelanggaran, proses.
Jika tidak terbukti, nyatakan tidak terbukti.
Tidak boleh ada hukum yang hanya berani kepada pihak yang lemah.

SEBA-SEBA MEMBUTUHKAN KEPASTIAN, BUKAN BENTURAN

Perkembangan di Seba-Seba menunjukkan persoalan tersebut semakin serius.

Masyarakat sebelumnya telah menyampaikan surat penyampaian aksi pada 1 Agustus 2026.
Pada 2 September 2026, masyarakat melakukan pra-aksi dengan membangun pondok di lokasi.
Kemudian pada 4 September 2026, masyarakat menyampaikan imbauan kepada pengguna jalan hauling, pekerja, security dan pihak lain yang melintas.

Apabila terdapat rencana penghentian aktivitas di jalan hauling, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan hukum, keselamatan dan ketertiban umum. Sebab perjuangan atas hak tidak boleh kehilangan legitimasi akibat tindakan yang justru melanggar hukum.

NEGARA JANGAN HADIR SETELAH KONFLIK MEMBESAR

Persoalan seperti Seba-Seba membutuhkan negara yang hadir sebelum konflik berkembang menjadi benturan.
Pemerintah harus memastikan persoalan dapat diverifikasi.
Aparat harus memastikan keamanan tanpa kehilangan independensi.
Masyarakat harus menyampaikan aspirasi tanpa kekerasan.
Dan korporasi harus menghormati hukum serta hak-hak masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.
Negara tidak diminta memihak. Negara diminta adil.
Sebab ketika hukum berjalan seimbang, tidak ada alasan bagi rakyat untuk merasa harus berhadapan dengan negara.

MERAH PUTIH ADALAH PESAN

Pengibaran kembali Merah Putih di Seba-Seba pada akhirnya bukan hanya tentang kain merah dan putih.

Ia adalah pesan.
Bahwa masyarakat mengaku berada dalam NKRI.
Bahwa persoalan mereka ingin diselesaikan melalui hukum.
Bahwa adat ingin dihormati.

Dan bahwa mereka berharap negara hadir memberikan kepastian.
Bambu runcing menjadi simbol sejarah.
Merah Putih menjadi simbol negara.
Hukum menjadi jalan perjuangan.
Tanah diperjuangkan dengan bukti.
Hak diperjuangkan dengan hukum.
Adat dihormati melalui musyawarah.
Kebenaran dibuktikan melalui proses.

Maka ketika Merah Putih kembali dikibarkan di Seba-Seba, pesannya sederhana:
“Kami tetap berdiri di dalam NKRI. Kami memperjuangkan hak melalui hukum dan menolak kekerasan.”

Dan negara semestinya menjawab dengan tindakan yang juga sederhana:
“Kami hadir, kami dengar, kami periksa, dan kami tegakkan hukum untuk semua.”
Merah Putih jangan lagi tumbang.
Bambu runcing cukup menjadi simbol perjuangan.
Hukum tetap menjadi panglima.

CATATAN REDAKSI

Informasi mengenai dugaan tumbangnya Merah Putih pada 24 Juli 2026 serta dugaan pemotongan tali menggunakan benda tajam masih memerlukan verifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Redaksi tidak menyimpulkan kesalahan atau keterlibatan pihak tertentu sebelum terdapat bukti dan proses hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak yang berkaitan dengan pemberitaan ini.

Berita Terkait

Breaking News: Tahanan Tewas di Sel Polsek Kajang
DUMAS SEBA-SEBA MASUK BARESKRIM, SETNEG TEREGISTRASI: WARGA BERTANYA, “POLISI BERSAMA MASYARAKAT” KE MANA?
Di Mabes “Polisi Bersama Masyarakat”, di Perbatasan Lutim–Morowali Bersama Siapa?
Kapolda Sulsel–Sulteng Berganti, PJI Soroti Kepastian Hukum Laporan Masyarakat
Diduga Illegal Mining, Warga Blokade Aktivitas Pertambangan PT Vale Indonesia Tbk di Seba-Seba
IBAS-PUSPA Lagi di Mana? “Janci Mutaroe” Loeha Raya, Janji Politik yang Kini Menunggu Pembuktian
Karang Taruna Towuti Klaim Punya Bukti Autentik, Aktivitas PT Vale di Seba-Seba Terindikasi Ilegal?
Dari Ujung Badik ke Moncong Buldoser: Merah Putih Tumbang! Warga Perbatasan Pertanyakan Pengakuan sebagai Bagian dari NKRI
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Breaking News: Tahanan Tewas di Sel Polsek Kajang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:53 WIB

DUMAS SEBA-SEBA MASUK BARESKRIM, SETNEG TEREGISTRASI: WARGA BERTANYA, “POLISI BERSAMA MASYARAKAT” KE MANA?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Di Mabes “Polisi Bersama Masyarakat”, di Perbatasan Lutim–Morowali Bersama Siapa?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Kapolda Sulsel–Sulteng Berganti, PJI Soroti Kepastian Hukum Laporan Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 15:46 WIB

Diduga Illegal Mining, Warga Blokade Aktivitas Pertambangan PT Vale Indonesia Tbk di Seba-Seba

Berita Terbaru

Berita

Breaking News: Tahanan Tewas di Sel Polsek Kajang

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:32 WIB

news-1701

yakinjp

yakinjp

maujp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

article 48666670301

article 48666670302

article 48666670303

article 48666670304

article 48666670305

article 48666670306

article 48666670307

article 48666670308

article 48666670309

article 48666670310

article 48666670311

article 48666670312

article 48666670313

article 48666670314

article 48666670315

article 48666670316

article 48666670317

article 48666670318

article 48666670319

article 48666670320

article 48666670321

article 48666670322

article 48666670323

article 48666670324

article 48666670325

article 48666670326

article 48666670327

article 48666670328

article 48666670329

article 48666670330

article 48666670331

article 48666670332

article 48666670333

article 48666670334

article 48666670335

article 48666670336

article 48666670337

article 48666670338

article 48666670339

article 48666670340

article 48666670341

article 48666670342

article 48666670343

article 48666670344

article 48666670345

article 48666670346

article 48666670347

article 48666670348

article 48666670349

article 48666670350

article 48666670351

article 48666670352

article 48666670353

article 48666670354

article 48666670355

article 48666670356

article 48666670357

article 48666670358

article 48666670359

article 48666670360

noticias 000000031

noticias 000000032

noticias 000000033

noticias 000000034

noticias 000000035

noticias 000000036

noticias 000000037

noticias 000000038

noticias 000000039

noticias 000000040

noticias 000000041

noticias 000000042

noticias 000000043

noticias 000000044

noticias 000000045

noticias 000000046

noticias 000000047

noticias 000000048

noticias 000000049

noticias 000000050

noticias 000000051

noticias 000000052

noticias 000000053

noticias 000000054

noticias 000000055

noticias 000000056

noticias 000000057

noticias 000000058

noticias 000000059

noticias 000000060

noticias 000000061

noticias 000000062

noticias 000000063

noticias 000000064

noticias 000000065

noticias 000000066

noticias 000000067

noticias 000000068

noticias 000000069

noticias 000000070

noticias 000000071

noticias 000000072

noticias 000000073

noticias 000000074

noticias 000000075

noticias 000000076

noticias 000000077

noticias 000000078

noticias 000000079

noticias 000000080

noticias 000000081

noticias 000000082

noticias 000000083

noticias 000000084

noticias 000000085

noticias 000000086

noticias 000000087

noticias 000000088

noticias 000000089

noticias 000000090

noticias 000000091

noticias 000000092

noticias 000000093

noticias 000000094

noticias 000000095

noticias 000000096

noticias 000000097

noticias 000000098

noticias 000000099

noticias 000000100

noticias 000000101

noticias 000000102

noticias 000000103

noticias 000000104

noticias 000000105

noticias 000000106

noticias 000000107

noticias 000000108

noticias 000000109

noticias 000000110

noticias 000000111

noticias 000000112

noticias 000000113

noticias 000000114

noticias 000000115

noticias 000000116

noticias 000000117

noticias 000000118

noticias 000000119

noticias 000000120

komunitas praya menyoroti perubahan pembahasan putaran gratis mahjong ways

selong tren diskusi mahjong wins tengah munculnya game digital baru

kreator konten tanjung mengangkat cerita perkembangan mahjong ways media sosial

sumbawa besar membahas tiga elemen visual mahjong wins 3 ubin emas naga scatter

komunitas digital semarang menelaah pengaruh animasi terhadap identitas game mahjong modern

yogyakarta menjadi sorotan diskusi perpaduan tradisi asia teknologi game

pengamat surabaya mengulas perubahan gaya ilustrasi seri mahjong digital

makassar membahas peran komunitas online menyebarkan tren konten mahjong

medan hingga palembang perbedaan perspektif penggemar terhadap visual mahjong ways

denpasar menyoroti perkembangan narasi budaya asia desain game mahjong kontemporer

sweet bonanza kabupaten pangkajene kepulauan mengenal mekanisme fitur putaran gratis

gates of olympus kabupaten muara enim perpaduan kisah mitologi teknologi animasi modern

lucky neko kota langsa cara simbol tradisional menyesuaikan diri selera generasi digital

wild bandito mahjong ways kabupaten garut perbandingan dua karakter visual berbeda

warga kabupaten lebak mengkaji cara membedakan klaim permainan informasi memiliki bukti

mahjong wins kota tanjungbalai menelaah fungsi simbol membentuk pengalaman visual

mengapa efek cahaya sering muncul fitur bonus pengamatan kabupaten tapanuli utara

lucky neko kabupaten hulu sungai selatan kombinasi karakter animasi ornamen bernuansa emas

gates of olympus kabupaten aceh besar memahami konsep peluang tanpa bergantung ramalan

sweet bonanza kota gorontalo menelusuri peran desain ceria membentuk identitas game

wild bandito kabupaten halmahera utara eksplorasi tema petualangan format interaktif

mahjong pgsoft kabupaten musi banyuasin perubahan pengalaman pengguna saat bermain melalui layar ponsel

princess starlight kota palangka raya mengulas fungsi cahaya elemen penceritaan

lucky neko sweet bonanza perbedaan pendekatan warna membangun identitas desain

warga kabupaten ende menelusuri pengaruh cerita budaya terhadap pembentukan karakter game digital

mengapa pemain lebih mudah mengingat kemenangan besar penjelasan bias ingatan kota madiun

bukan hanya hiburan warga kabupaten bekasi membahas pentingnya memahami batas pengeluaran digital

mahjong ways kabupaten magetan contoh memahami fenomena ilusi pola hasil acak

gates of olympus kota pagar alam menguraikan kesalahpahaman prediksi hasil permainan

warga kabupaten flores timur mengamati pengaruh notifikasi terhadap perhatian pengguna ponsel

sweet bonanza kota sukabumi membahas perbedaan ekspektasi pengguna peluang

wild bandito mahjong wins mengapa perbedaan desain bisa menarik kelompok pengguna beragam

lucky neko kabupaten tanah laut mengkaji simbol keberuntungan perspektif lintas budaya

literasi digital kabupaten sumbawa memahami rtp agar tidak terjebak penafsiran keliru

princess starlight kota tegal menelaah kontribusi tokoh pengalaman hiburan interaktif

article 88666670351

article 88666670352

article 88666670353

article 88666670354

article 88666670355

article 88666670356

article 88666670357

article 88666670358

article 88666670359

article 88666670360

article 88666670361

article 88666670362

article 88666670363

article 88666670364

article 88666670365

article 88666670366

article 88666670367

article 88666670368

article 88666670369

article 88666670370

informasi terbaru kabupaten belu 00000021

informasi terbaru kabupaten belu 00000022

informasi terbaru kabupaten belu 00000023

informasi terbaru kabupaten belu 00000024

informasi terbaru kabupaten belu 00000025

informasi terbaru kabupaten belu 00000026

informasi terbaru kabupaten belu 00000027

informasi terbaru kabupaten belu 00000028

informasi terbaru kabupaten belu 00000029

informasi terbaru kabupaten belu 00000030

informasi terbaru kabupaten belu 00000031

informasi terbaru kabupaten belu 00000032

informasi terbaru kabupaten belu 00000033

informasi terbaru kabupaten belu 00000034

informasi terbaru kabupaten belu 00000035

informasi terbaru kabupaten belu 00000036

informasi terbaru kabupaten belu 00000037

informasi terbaru kabupaten belu 00000038

informasi terbaru kabupaten belu 00000039

informasi terbaru kabupaten belu 00000040

informasi terbaru kabupaten belu 00000041

informasi terbaru kabupaten belu 00000042

informasi terbaru kabupaten belu 00000043

informasi terbaru kabupaten belu 00000044

informasi terbaru kabupaten belu 00000045

informasi terbaru kabupaten belu 00000046

informasi terbaru kabupaten belu 00000047

informasi terbaru kabupaten belu 00000048

informasi terbaru kabupaten belu 00000049

informasi terbaru kabupaten belu 00000050

informasi terbaru kabupaten belu 00000051

informasi terbaru kabupaten belu 00000052

informasi terbaru kabupaten belu 00000053

informasi terbaru kabupaten belu 00000054

informasi terbaru kabupaten belu 00000055

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

news-1701