KRONIK DUNIA KANTOR: Sifat ‘Merasa Paling Benar’ Bikin Tim Kerja Elus Dada, Saatnya Leader Belajar Legowo!

Senin, 28 September 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SatuBerita.Online//JAKARTA — Ada pemandangan yang kerap bikin geleng-geleng kepala di lingkungan kerja modern: ketika seseorang terbukti melakukan kesalahan telak, namun alih-alih mengakuinya, ia justru bersikeras ingin selalu benar.

Yang lebih pelik, temuan salah tersebut bukan diungkap oleh orang luar, melainkan disaksikan dan dibuktikan langsung oleh tim kerjanya sendiri berdasarkan fakta yang ada di depan mata. Namun, alih-alih berterima kasih atau intropeksi, respons yang muncul justru sebaliknya—marah-marah dan menolak dikritik.

Padahal, sebagai seorang pemimpin (leader), sudah hukum alam dan profesionalisme untuk berani menghadapi kenyataan. Kalau memang salah, ya harus terima lapang dada.

Fakta Sudah Jelas, Kenapa Harus Marah?

Dunia profesional menuntut objektivitas, bukan ego pribadi. Ketika sebuah temuan menunjukkan adanya kekeliruan, kemarahan bukanlah solusi. Reaksi defensif dengan membentak atau emosi justru memperlihatkan ketidakmatangan dalam memimpin.

​”Kalo sudah salah ya harus terima kenyataannya. Sebagai leader itu harus mengasih contoh yang benar buat anak buahnya,” ungkap salah satu pekerja yang mewakili suara rekan-rekannya di kantor.

Sikap egois yang selalu ingin merasa benar ini membuat suasana kantor menjadi tidak sehat. Anak buah yang niatnya ingin menyelamatkan pekerjaan dari kesalahan fatal, justru kena imbas amukan sang atasan.

Jeritan Hati Anak Buah: “Udah Capek Mental!”

Bukan rahasia lagi jika beban pekerjaan sehari-hari sudah cukup melelahkan. Namun, beban tersebut berlipat ganda ketika mental para karyawan harus terkuras menghadapi gaya kepemimpinan yang anti-kritik.

Ego Tinggi, Fakta Diabaikan: Bukannya mengecek ulang temuan tim, atasan malah ngotot merasa paling benar meskipun data jelas berbicara sebaliknya.

Hilangnya Figur Teladan: Pemimpin yang seharusnya menjadi panutan justru mempertontonkan sikap kekanak-kanakan saat dikoreksi.

Krisis Kenyamanan Kerja: Anak buah merasa lelah dan tertekan karena setiap ada kesalahan operasional, respons yang keluar selalu emosi, bukan solusi.

Saatnya Berbenah Menjadi Leader Berjiwa Besar

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi siapa pun yang duduk di kursi kepemimpinan. Jabatan tinggi tidak serta-merta membuat seseorang kebal dari kesalahan. Justru, kebesaran jiwa seorang pemimpin diuji saat ia berani mengaku salah, meminta maaf, dan memperbaiki keadaan bersama timnya.

Sudah saatnya pola pikir seperti ini diubah. Jadilah leader yang kinerjanya bagus, suportif, dan bisa dijadikan teladan nyata bagi anak buahnya, bukan pemimpin yang ditakuti karena egonya yang terlampau tinggi.(*)

Berita Terkait

DPD LPK-RI Jabar Layangkan Surat Pembatalan PHK sepihak PT.kahoindah Citragarment
Heboh! Oknum Pegawai RSUD Cabang Bungin Bekasi Diduga Gadai Mobil Rental Milik Pegawai Pemda
Tewas Tertimpa Tong Pengolahan Emas, Polres Madina Diminta Periksa Pengelola
Sorotan Kasus IPL Rp11 Miliar Kapuk Muara: LBH Harimau Raya Minta Pembuktian Konkret, Apresiasi Resmob Polres Jakut
Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Kepala Daerah Kunci Atasi Persoalan Kebebasan Beragama
Wamendagri Wiyagus: Penanganan TB Tak Hanya Jadi Tanggung Jawab Sektor Kesehatan
Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Kemendagri Dorong Pemda di Maluku Perkuat Strategi Efisiensi Belanja Pegawai
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 12:22 WIB

KRONIK DUNIA KANTOR: Sifat ‘Merasa Paling Benar’ Bikin Tim Kerja Elus Dada, Saatnya Leader Belajar Legowo!

Rabu, 23 September 2026 - 12:18 WIB

DPD LPK-RI Jabar Layangkan Surat Pembatalan PHK sepihak PT.kahoindah Citragarment

Selasa, 22 September 2026 - 20:20 WIB

Heboh! Oknum Pegawai RSUD Cabang Bungin Bekasi Diduga Gadai Mobil Rental Milik Pegawai Pemda

Selasa, 22 September 2026 - 14:15 WIB

Sorotan Kasus IPL Rp11 Miliar Kapuk Muara: LBH Harimau Raya Minta Pembuktian Konkret, Apresiasi Resmob Polres Jakut

Senin, 21 September 2026 - 15:39 WIB

Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Kepala Daerah Kunci Atasi Persoalan Kebebasan Beragama

Berita Terbaru