PEKALONGAN — Polemik yang sempat ramai diperbincangkan warga terkait seorang santriwati berinisial F (22), warga Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, yang dikabarkan hamil hingga melahirkan, akhirnya mendapat penjelasan langsung dari pihak keluarga.
Dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Desa Kedungkebo, para muhibin, serta pihak Polsek Karangdadap, keluarga menyampaikan sikap mereka yang memilih menerima peristiwa tersebut sebagai ujian sekaligus takdir dari Allah SWT.
Ayah F, Slamet, menegaskan bahwa putrinya mengaku tidak pernah memiliki hubungan dengan laki-laki manapun. Karena itu, keluarga memutuskan untuk tidak menyalahkan ataupun menuntut pihak tertentu atas kejadian tersebut.
“Kami sekeluarga sudah ikhlas menerima ini sebagai kehendak dan takdir Allah. Tidak ada yang perlu disalahkan. Kami hanya berharap masyarakat dapat menghormati privasi keluarga kami,” ujar Slamet.
Pihak keluarga juga menjelaskan bahwa bayi laki-laki yang dilahirkan telah diadopsi secara resmi oleh sebuah keluarga di Banjarnegara. Mereka berharap persoalan ini tidak lagi menjadi bahan spekulasi maupun perbincangan yang dapat merugikan keluarga.
Kepala Desa Kedungkebo, Nuhsani, membenarkan adanya klarifikasi dari pihak keluarga tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar menghentikan berbagai asumsi liar yang berkembang di tengah warga.
“Harapan kami, masyarakat tidak lagi menggiring opini ataupun menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas dan menghormati privasi keluarga,” katanya.
Seluruh pihak berharap persoalan ini dapat disikapi dengan bijak dan tidak terus menjadi konsumsi publik secara berkepanjangan.lutfi








