ISU SANTRIWATI HAMIL DAN MELAHIRKAN DI KEDUNGKEBO TERJAWAB, KELUARGA: “KAMI IKHLAS, INI SUDAH TAKDIR ALLAH”

Kamis, 21 Mei 2026 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


PEKALONGAN — Polemik yang sempat ramai diperbincangkan warga terkait seorang santriwati berinisial F (22), warga Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, yang dikabarkan hamil hingga melahirkan, akhirnya mendapat penjelasan langsung dari pihak keluarga.
Dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Desa Kedungkebo, para muhibin, serta pihak Polsek Karangdadap, keluarga menyampaikan sikap mereka yang memilih menerima peristiwa tersebut sebagai ujian sekaligus takdir dari Allah SWT.
Ayah F, Slamet, menegaskan bahwa putrinya mengaku tidak pernah memiliki hubungan dengan laki-laki manapun. Karena itu, keluarga memutuskan untuk tidak menyalahkan ataupun menuntut pihak tertentu atas kejadian tersebut.
“Kami sekeluarga sudah ikhlas menerima ini sebagai kehendak dan takdir Allah. Tidak ada yang perlu disalahkan. Kami hanya berharap masyarakat dapat menghormati privasi keluarga kami,” ujar Slamet.
Pihak keluarga juga menjelaskan bahwa bayi laki-laki yang dilahirkan telah diadopsi secara resmi oleh sebuah keluarga di Banjarnegara. Mereka berharap persoalan ini tidak lagi menjadi bahan spekulasi maupun perbincangan yang dapat merugikan keluarga.
Kepala Desa Kedungkebo, Nuhsani, membenarkan adanya klarifikasi dari pihak keluarga tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar menghentikan berbagai asumsi liar yang berkembang di tengah warga.
“Harapan kami, masyarakat tidak lagi menggiring opini ataupun menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas dan menghormati privasi keluarga,” katanya.
Seluruh pihak berharap persoalan ini dapat disikapi dengan bijak dan tidak terus menjadi konsumsi publik secara berkepanjangan.lutfi

Berita Terkait

Konsisten Mengawal dan Memperjuangkan Suara Masyarakat Pesisir, Sumar Rosul Dianugerahi Parliamentary Awards 2026 Jawa Pos Radar Semarang.
Baru Selesai Dibangun Akhir 2025, Jembatan Tengeng Wetan Kembali Amblas
Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Langsung Oleh Presiden
Perkuat Program Sekolah Rakyat, Ketua Umum TP PKK Salurkan Bantuan bagi Siswa dan Guru di Biak Numfor
Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?
SKANDAL KOPERASI BROTHERS JAYA BERSAMA: Gaji 13 Guru Dipangkas Sepihak hingga Misteri RAT Fiktif yang Menyeret Birokrasi Rohil
Proyek Damparit APBN 2026 di Desa Karanggondang Disorot, Diduga Tak Pasang Papan Informasi Proyek
Buntut Insiden Merah Putih di Seba-Seba, Gabungan Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Nyatakan Siap Berjihad Secara Konstitusional dan Adat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:52 WIB

Konsisten Mengawal dan Memperjuangkan Suara Masyarakat Pesisir, Sumar Rosul Dianugerahi Parliamentary Awards 2026 Jawa Pos Radar Semarang.

Senin, 3 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Baru Selesai Dibangun Akhir 2025, Jembatan Tengeng Wetan Kembali Amblas

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Langsung Oleh Presiden

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Perkuat Program Sekolah Rakyat, Ketua Umum TP PKK Salurkan Bantuan bagi Siswa dan Guru di Biak Numfor

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?

Berita Terbaru