Satuberita..online, Bekasi – Warga Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, mulai menyuarakan keresahan terkait ancaman banjir yang kerap menghantui wilayah mereka. Hal ini dipicu oleh belum terealisasinya janji pemerintah untuk melakukan normalisasi pengerukan lumpur di Kali Batong.
Ketua LSM Triga Nusantara DPA Karang Bahagia sekaligus Koordinator Wilayah 3, Indo Castella, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar isu, melainkan realita pahit yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, warga telah kooperatif menjalankan instruksi pemerintah untuk melakukan pembongkaran bangunan liar secara mandiri pembongkaran bangunan liar secara mandiri.
“Masyarakat secara sadar dan legawa sudah membongkar bangunan (Bangli) mereka sendiri. Namun, pemerintah sampai saat ini masih mandul dan belum menyikapi normalisasi pengerukan lumpur tersebut,” ujar Indo Castella saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ia menambahkan, dampak dari pendangkalan kali ini sangat nyata. Beberapa wilayah seperti RT 01, 02, 03, hingga RT 06 di RW 02 menjadi langganan banjir akibat aliran air yang tidak lancar.
Tuntut Alat Berat, Bukan Manual

Senada dengan LSM, perwakilan warga RT 01/02, Desa Sukaraya, menyatakan bahwa warga menuntut janji pemerintah untuk melakukan normalisasi secara menyeluruh. Warga berharap penggerukan tidak dilakukan secara manual, melainkan menggunakan alat berat agar hasilnya maksimal.
“Kami ingin normalisasi dengan alat berat, jangan manual seperti kemarin. Lumpur harus langsung dinaikkan ke mobil agar tidak menumpuk lagi di jalan,” tegas salah satu tokoh warga.
Titik koordinat normalisasi yang diharapkan warga mencakup area dari pintu masuk Puri Nirwana Residence (PNR) 1 hingga kawasan Dewantara. Warga menilai, jika hanya dilakukan di sebagian titik, risiko banjir tetap akan tinggi bagi pemukiman di sekitarnya.
Satu Bulan Tanpa Realisasi
Ahmad Sulaiman, tokoh masyarakat Kampung Sukamantri, Desa Sukaraya, juga mengonfirmasi bahwa surat teguran untuk pembongkaran mandiri sudah dilayangkan sejak lama. Namun, pasca-pembongkaran, belum ada tanda-tanda alat berat diterjunkan ke lokasi.
Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan anggota Karang Taruna Desa Sukaraya, Ares. Ia menyebutkan bahwa sudah lebih dari satu bulan sejak surat teguran tersebut berjalan, namun normalisasi belum juga dimulai.
“Surat sudah dilayangkan hampir satu bulan lebih, tapi sampai saat ini belum ada realisasi. Kami sebagai tokoh pemuda bersinergi dengan LSM dan tokoh masyarakat menuntut solusi nyata dari pemerintah terkait,” kata Ares.
Kini, warga Karangbahagia hanya bisa berharap pemerintah segera memenuhi janjinya sebelum intensitas hujan semakin tinggi dan kembali merendam rumah-rumah mereka.
Penulis : Redaksi
Sumber Berita: Tokoh Masyarakat/Tokoh Pemuda Karang Taruna/Tokoh Pemuda LSM Triga Nusantara








