MOSI TIDAK PERCAYA KEPADA SEKDA MENGGEMA DI DPRD, KTP: “BIANG KEROKNYA SEKDA!”

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAJEN – Suasana audiensi antara Koalisi Transparansi Pekalongan (KTP) dan DPRD Kabupaten Pekalongan di Ruang Rapat Komisi A memanas. Kekecewaan terhadap penanganan polemik rehabilitasi dan revitalisasi eks Pendopo Nusantara memuncak hingga sejumlah perwakilan KTP membentangkan poster bertuliskan “Mosi Tidak Percaya Kepada Sekda”.

Aksi tersebut dipimpin Mustofa Amin yang sempat menggebrak meja rapat sebagai bentuk protes atas tidak hadirnya Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan maupun pihak penyewa yang selama ini dianggap memiliki keterkaitan dengan persoalan yang dipersoalkan masyarakat.

Dalam forum itu, KTP melontarkan kritik keras terhadap kinerja pemerintah daerah. Mereka menilai hingga kini belum ada kejelasan yang memuaskan terkait berbagai pertanyaan publik mengenai proyek eks Pendopo Nusantara. Bahkan, KTP secara terbuka menyebut Sekda sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kisruh yang terus bergulir.

“Biang keroknya Sekda!” teriak salah satu peserta audiensi yang langsung disambut dukungan peserta lainnya.
Ketegangan semakin terasa ketika perwakilan KTP mendesak DPRD agar tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mengambil langkah konkret untuk mengungkap persoalan yang dinilai masih menyisakan banyak tanda tanya. Mereka juga mempertanyakan mengapa pihak-pihak yang dianggap memiliki peran penting dalam polemik tersebut tidak dihadirkan dalam forum audiensi.

Di hadapan peserta audiensi, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, berupaya menenangkan situasi. Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi dan tuntutan masyarakat telah dicatat dan akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut di tingkat pimpinan DPRD.

Menurut Munir, DPRD berkomitmen menindaklanjuti hasil audiensi melalui rapat pimpinan guna menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka.

Meski audiensi berakhir tanpa kehadiran Sekda maupun pihak penyewa, aksi pembentangan Mosi Tidak Percaya kepada Sekda menjadi sorotan utama dan menandai semakin menguatnya tekanan publik agar polemik eks Pendopo Nusantara dibuka secara terang-benderang di hadapan masyarakat.TIM

Berita Terkait

Heboh! Oknum Pegawai RSUD Cabang Bungin Bekasi Diduga Gadai Mobil Rental Milik Pegawai Pemda
Tewas Tertimpa Tong Pengolahan Emas, Polres Madina Diminta Periksa Pengelola
Sorotan Kasus IPL Rp11 Miliar Kapuk Muara: LBH Harimau Raya Minta Pembuktian Konkret, Apresiasi Resmob Polres Jakut
Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Kepala Daerah Kunci Atasi Persoalan Kebebasan Beragama
Wamendagri Wiyagus: Penanganan TB Tak Hanya Jadi Tanggung Jawab Sektor Kesehatan
Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Kemendagri Dorong Pemda di Maluku Perkuat Strategi Efisiensi Belanja Pegawai
Calon Kades Sukarukun Di Duga Tipu warga 50 juta Korban Resmi Laporkan Ke Polisi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:20 WIB

Heboh! Oknum Pegawai RSUD Cabang Bungin Bekasi Diduga Gadai Mobil Rental Milik Pegawai Pemda

Selasa, 22 September 2026 - 17:50 WIB

Tewas Tertimpa Tong Pengolahan Emas, Polres Madina Diminta Periksa Pengelola

Selasa, 22 September 2026 - 14:15 WIB

Sorotan Kasus IPL Rp11 Miliar Kapuk Muara: LBH Harimau Raya Minta Pembuktian Konkret, Apresiasi Resmob Polres Jakut

Senin, 21 September 2026 - 15:39 WIB

Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Kepala Daerah Kunci Atasi Persoalan Kebebasan Beragama

Senin, 21 September 2026 - 15:33 WIB

Wamendagri Wiyagus: Penanganan TB Tak Hanya Jadi Tanggung Jawab Sektor Kesehatan

Berita Terbaru