SATUBERITA, ONLINE//Jakarta – Pemerintah pusat bergerak cepat melakukan rehabilitasi sarana pendidikan yang luluh lantak akibat banjir Siklon Senyar di wilayah Sumatera. Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan perbaikan fasilitas sekolah menjadi prioritas utama agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak lumpuh total.
”Hal yang penting sekali juga adalah masalah sarana pendidikan. Kita tahu beberapa daerah sarana-prasarana pendidikannya, TK, SD, SMP, SMA, juga terdampak. Ada yang rusak berat, ada yang ringan,” ujar Tito dalam konferensi pers di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Berikut adalah poin-poin penting terkait upaya pemerintah dalam memulihkan sektor pendidikan di Sumatera:
1. Sebaran Dampak di 3 Provinsi
Banjir akibat Siklon Senyar ini menerjang 52 kabupaten/kota yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Kondisi di lapangan bervariasi:
● Sumatera Barat: Layanan pendidikan sudah mulai berjalan secara fungsional.
● Sumatera Utara: Masih membutuhkan atensi pada sekolah umum, madrasah, pondok pesantren, hingga rumah ibadah.
● Aceh: Mengalami kerusakan cukup luas yang mencakup seluruh jenjang pendidikan dari PAUD hingga SMA dan pesantren.
2. Ribuan Sekolah Rusak, Puluhan Harus Relokasi
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti membeberkan data mencengangkan terkait kerusakan fasilitas pendidikan. Total ada 4.863 sekolah yang terdampak dengan rincian:
● Rusak Ringan: 3.409 sekolah
● Rusak Sedang: 925 sekolah
● Rusak Berat: 437 sekolah
● Relokasi: 92 sekolah (harus pindah lokasi)
3. Kerahkan 90 Ribu Personel hingga Mahasiswa Kedinasan
Tito menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan alat berat, tetapi juga kekuatan personel lintas sektoral. Sebanyak 90.109 personel diterjunkan, mulai dari TNI, Polri, BNPB, hingga Kementerian PU.
Uniknya, pemerintah juga melibatkan mahasiswa dari sekolah kedinasan untuk terjun langsung membantu warga melalui program serupa Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Ada sekolah-sekolah kedinasan yang ditugaskan, dari Unhan Kemenhan, IPDN Kemendagri, hingga STIS Badan Pusat Statistik,” jelas Tito.
4. Bantuan Dana hingga Psikososial
Selain perbaikan fisik, Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai bentuk dukungan untuk menjamin kesejahteraan siswa dan guru, di antaranya:
● Penyaluran school kit dan buku pembelajaran.
● Penyediaan ruang kelas darurat.
● Tunjangan khusus bagi guru yang terdampak bencana.
● Dukungan psikososial (trauma healing) bagi siswa.
● Dana operasional pendidikan darurat.
Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas pendidikan dapat segera pulih agar anak-anak di wilayah Sumatera tidak kehilangan hak belajarnya terlalu lama akibat bencana ini.
Penulis : Redaksi
Editor : Hafidz
Sumber Berita: Puspen Kemendagri








