Indonesia Peringkat 2 TBC Dunia, Wamendagri Wiyagus Minta Kepala Daerah Turun Tangan Langsung!

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SATUBERITA, ONLINE//Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus memberikan instruksi tegas kepada seluruh kepala daerah di Indonesia. Wiyagus meminta para gubernur, bupati, hingga wali kota memimpin langsung percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) guna mengejar target eliminasi pada tahun 2030.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia saat ini menduduki posisi kedua dengan kasus TBC tertinggi di dunia. Mirisnya, penemuan kasus di tanah air baru menyentuh angka 62 persen.

​”Penanggulangan TBC tidak dapat dilakukan secara sektoral, yaitu sektor kesehatan saja atau di daerah, di dinas kesehatan saja,” ujar Wiyagus dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

TBC Masuk Program ‘Quick Win’ Presiden

Wiyagus menegaskan bahwa penanganan penyakit menular ini telah menjadi bagian dari program hasil terbaik cepat atau quick win Presiden RI. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi harga mati.

Ia mengingatkan Pemda untuk menjalankan amanat Perpres Nomor 67 Tahun 2021. Salah satu poin krusialnya adalah mencantumkan indikator penanganan TBC ke dalam dokumen RPJMD dan Renstra perangkat daerah.

​”Capaian penanganan TBC juga harus menjadi indikator kinerja kepala daerah, bukan hanya sektor kesehatan,” tegasnya.

Camat hingga Kades Kini Punya KPI TBC

Tak hanya kepala daerah, Wiyagus juga menyoroti peran strategis camat, lurah, hingga kepala desa. Ia mendorong adanya Key Performance Indicator (KPI) khusus terkait tata kelola dan mobilisasi penanganan TBC di tingkat wilayah.

Menurutnya, camat harus mampu menggerakkan kader TP PKK, Posyandu, hingga RT/RW untuk melakukan deteksi dini. Jika masih banyak kasus yang tidak terdeteksi di suatu wilayah, hal itu dianggap sebagai rapor merah bagi koordinasi wilayah tersebut.

​”Bukan KPI medis, tapi KPI tata kelola dan mobilisasi. Kalau masih banyak kasus belum ditemukan, berarti fungsi koordinasi wilayah belum optimal,” imbuh Wiyagus.

Melalui gerakan TOSS TB (Temukan, Obati, Sampai Sembuh), Kemendagri berharap eliminasi TBC di Indonesia dapat terealisasi secara terukur dan berkelanjutan.

Dalam agenda ini, turut hadir Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Murti Utami untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah.

Penulis : Redaksi

Editor : Hafidz

Sumber Berita: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Seorang Pria Ditemukan Meninggal Gantung Diri  di Kebun Alpukat Karanganyar
Rotasi Kejaksaan Sulsel Bergulir: Tiga Kajari Dilantik, Kajati Naik ke Pusat
Sambut May Day, Karyawan PT. HAI dan Polres Pekalongan Bersatu dalam Aksi Donor Darah
Merajut Kenangan dan Kebersamaan, Bupati OKU Hadiri Halal Bihalal Perantau Sumbagsel
LSM Garda Bekasi Katimsus Tegaskan Sikap Dukung Caum di Pilkades Karang Bahagia 2026
Wapres Gibran Dampingi Presiden Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara di Istana Negara
Perjalanan Terakhir Penjaga Aset Negara: Asruddin Dilepas dengan Penghormatan Kedinasan
DIDUGA KEBAL HUKUM! Truk BN 8839 TL Diduga Milik Masad Angkut Buah Sawit dari Lahan Sitaan Negara Milik Thamron (Aon), Nama EDMH Ikut Disorot!

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:52

Seorang Pria Ditemukan Meninggal Gantung Diri  di Kebun Alpukat Karanganyar

Rabu, 29 April 2026 - 08:34

Rotasi Kejaksaan Sulsel Bergulir: Tiga Kajari Dilantik, Kajati Naik ke Pusat

Selasa, 28 April 2026 - 15:09

Sambut May Day, Karyawan PT. HAI dan Polres Pekalongan Bersatu dalam Aksi Donor Darah

Senin, 27 April 2026 - 13:43

LSM Garda Bekasi Katimsus Tegaskan Sikap Dukung Caum di Pilkades Karang Bahagia 2026

Senin, 27 April 2026 - 13:28

Wapres Gibran Dampingi Presiden Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara di Istana Negara

Berita Terbaru