Mendagri Tito: Inflasi Januari 3,55% Masih Aman, Gara-gara Subsidi Listrik Dicabut

Selasa, 10 Februari 2026 - 04:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SATUBERITA, ONLINE//Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian angkat bicara mengenai angka inflasi nasional pada Januari 2026 yang mencapai 3,55 persen (year on year). Meski angka ini berada di ambang batas atas target pemerintah, Tito menegaskan kondisi ekonomi RI masih sangat terkendali.

Tito menjelaskan bahwa lonjakan angka tersebut bukan disebabkan oleh kenaikan harga barang pokok secara liar, melainkan adanya penyesuaian kebijakan subsidi energi.

​”Tidak perlu khawatir, karena tidak menggambarkan kenaikan harga barang jasa sebenarnya,” ujar Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).

Efek Domino Tarif Listrik

Eks Kapolri ini memaparkan bahwa penyumbang terbesar inflasi berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mencapai 1,72 persen. Secara spesifik, tarif listrik menjadi “biang kerok” utama dengan sumbangan 1,49 persen.

Tito meluruskan bahwa kenaikan ini terjadi karena perbandingan basis harga tahun lalu. Pada Januari 2025, pemerintah memberikan subsidi listrik sebesar 50 persen, sementara pada Januari 2026 tarif kembali normal tanpa subsidi.

​”Seolah-olah terjadi kenaikan listrik, padahal tidak (hanya kembali ke harga normal),” jelasnya.

Kabar Baik: Secara Bulanan Justru Deflasi

Jika menilik data month to month (m-to-m), Tito menyebut kondisi lapangan justru menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, terjadi deflasi sebesar 0,15 persen dibandingkan Desember 2025.

​”Berita bagus. Artinya barang dan jasa terkendali. Yang tadinya naik didorong Natal dan Tahun Baru, turun di Januari,” katanya. Sektor makanan, minuman, dan tembakau tercatat menjadi kontributor deflasi terbesar sebesar minus 0,30 persen.

Warning untuk Daerah Rawan Bencana

Meski secara nasional aman, Mendagri tetap memberikan “catatan merah” bagi daerah yang inflasinya masih tinggi. Ia meminta kepala daerah mewaspadai gejolak harga komoditas pangan seperti:

● Cabai rawit & Cabai merah

● Bawang putih

● Daging ayam ras

● Beras

Tito juga memberikan instruksi khusus bagi daerah rawan bencana seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Belajar dari kasus gangguan infrastruktur akibat bencana, ia meminta Pemda memperkuat stok logistik mandiri.

​”Daerah rawan harus memiliki ketahanan logistik, minimal untuk 3 bulan. Baik melalui stok maupun menanam sendiri,” tegas Tito.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh pejabat lintas kementerian, termasuk Deputi BPS Ateng Hartono, pihak Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga perwakilan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman guna menyelaraskan program Tiga Juta Rumah dengan stabilitas ekonomi daerah.

Simak Video “Mendagri Pantau Harga Pangan di Pasar”

Sumber : Puspen Kemendagri

Penulis : Redaksi

Editor : Hafidz

Sumber Berita: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

DPD LPK-RI Jabar Layangkan Surat Pembatalan PHK sepihak PT.kahoindah Citragarment
Heboh! Oknum Pegawai RSUD Cabang Bungin Bekasi Diduga Gadai Mobil Rental Milik Pegawai Pemda
Tewas Tertimpa Tong Pengolahan Emas, Polres Madina Diminta Periksa Pengelola
Sorotan Kasus IPL Rp11 Miliar Kapuk Muara: LBH Harimau Raya Minta Pembuktian Konkret, Apresiasi Resmob Polres Jakut
Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Kepala Daerah Kunci Atasi Persoalan Kebebasan Beragama
Wamendagri Wiyagus: Penanganan TB Tak Hanya Jadi Tanggung Jawab Sektor Kesehatan
Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Kemendagri Dorong Pemda di Maluku Perkuat Strategi Efisiensi Belanja Pegawai
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:18 WIB

DPD LPK-RI Jabar Layangkan Surat Pembatalan PHK sepihak PT.kahoindah Citragarment

Selasa, 22 September 2026 - 20:20 WIB

Heboh! Oknum Pegawai RSUD Cabang Bungin Bekasi Diduga Gadai Mobil Rental Milik Pegawai Pemda

Selasa, 22 September 2026 - 17:50 WIB

Tewas Tertimpa Tong Pengolahan Emas, Polres Madina Diminta Periksa Pengelola

Selasa, 22 September 2026 - 14:15 WIB

Sorotan Kasus IPL Rp11 Miliar Kapuk Muara: LBH Harimau Raya Minta Pembuktian Konkret, Apresiasi Resmob Polres Jakut

Senin, 21 September 2026 - 15:33 WIB

Wamendagri Wiyagus: Penanganan TB Tak Hanya Jadi Tanggung Jawab Sektor Kesehatan

Berita Terbaru