Sertifikat “Siluman” Muncul di Tanah Rakyat Sukamaju, Warga Pertanyakan Peran BPN

Minggu, 15 Februari 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuberita, Ketapang, Kalbar – Sengketa tanah kembali mencuat di Desa Sukamaju, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.

Dua warga, Busman (75) dan Zainal Arifin alias Dandy (46), mengaku lahan yang telah mereka kelola selama puluhan tahun tiba-tiba memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama pihak lain.

Keduanya berdomisili di Jalan Sukamaju, Tanjung Pasar, Muara Pawan. Mereka mengaku baru mengetahui adanya SHM tersebut saat hendak memproses sertifikasi tanah yang selama ini mereka kuasai secara fisik.

“Tanah ini milik keluarga saya. Tidak pernah dijual atau dipindahtangankan,” ujar Busman kepada wartawan.

Menurut Busman, dalam proses klarifikasi di kejaksaan, kepala desa setempat telah mengakui keabsahan surat dasar kepemilikan tanah tersebut di hadapan aparat penegak hukum.

“Jaksa bertanya, benar tidak surat itu? Dijawab benar sampai tiga kali. Tapi kemudian muncul pertanyaan, kalau surat ini benar, kenapa tanahnya dipagari orang lain?” tuturnya.

Saat ini, lahan tersebut sebagian telah dipagari dan dikuasai pihak lain.

Sorotan ke BPN

Kasus ini memunculkan sorotan terhadap proses administrasi pertanahan di bawah kewenangan Badan Pertanahan Nasional.

Publik mempertanyakan apakah prosedur pengukuran, penelitian riwayat tanah, serta pengumuman data yuridis telah dilakukan sesuai ketentuan.

Secara hukum, perlindungan hak atas tanah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

Selain itu, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana memuat ketentuan terkait dugaan penipuan (Pasal 378), pemerasan (Pasal 368), dan kejahatan pertanahan atau stellionaat (Pasal 385).

Jika benar terjadi penerbitan sertifikat di atas tanah yang masih dikuasai pihak lain tanpa penyelesaian yang jelas, maka persoalan ini berpotensi menjadi sengketa hukum serius.

Akses Keadilan Jadi Pertanyaan

Pengamat menilai, persoalan sengketa tanah sering kali menjadi ujian bagi akses keadilan masyarakat kecil.

Jika figur nasional seperti Jusuf Kalla saja pernah menghadapi dinamika sengketa lahan, maka warga biasa tentu menghadapi tantangan yang lebih berat dalam memperjuangkan haknya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmen pemberantasan mafia tanah dan pentingnya penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Kasus di Sukamaju kini menjadi perhatian publik. Warga berharap ada penelusuran menyeluruh terhadap proses penerbitan SHM tersebut serta langkah konkret untuk memastikan kepastian hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih dalam proses konfirmasi.

Berita Terkait

Dewan Penasehat Sambar.id: Isu Surpres Pergantian Kapolri Menyesatkan, Kewenangan Tetap di Tangan Presiden
Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?
Batas Waktu Berakhir, Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Desak Negara Bertindak Pulihkan Merah Putih di Seba-Seba
KRI Marlin-877 Bergerak Cepat, TNI AL Intensifkan Pencarian Korban Tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 di Perairan Selayar
Tak Akui Klaim Masyarakat Adat Bungku, Jejak Digital Kades Ululere Disorot; Tanah Leluhur Diterobos, Dokumen Negara
Mengaku Sebagai Warga Ululere di Seba-seba, Kades Arman: Kami Tidak Pernah Akui, Gusti Riadi Angkat Bicara
PT Vale Tak Akui Seba-Seba dalam Balasan Somasi, Masyarakat Adat Bungku Desak Audit Legalitas Izin Tambang
Operasi Gabungan di Buaran, 547.880 Batang Rokok Ilegal Diamankan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:37 WIB

Batas Waktu Berakhir, Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Desak Negara Bertindak Pulihkan Merah Putih di Seba-Seba

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:49 WIB

KRI Marlin-877 Bergerak Cepat, TNI AL Intensifkan Pencarian Korban Tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 di Perairan Selayar

Senin, 13 Juli 2026 - 07:15 WIB

Tak Akui Klaim Masyarakat Adat Bungku, Jejak Digital Kades Ululere Disorot; Tanah Leluhur Diterobos, Dokumen Negara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:39 WIB

Mengaku Sebagai Warga Ululere di Seba-seba, Kades Arman: Kami Tidak Pernah Akui, Gusti Riadi Angkat Bicara

Berita Terbaru

Uncategorized

Audensi Berkedok Aspirasi? Dugaan Perburuan Proyek Mulai Terkuak.

Senin, 10 Agu 2026 - 03:25 WIB