Proyek Sumur Bor di Kecamatan Siwalan Diduga Gagal Total, Air Asin dan Disorot Warga

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Pekalongan – Proyek pembangunan sumur bor yang dikerjakan oleh CV. BANYU SUMBER MULYA dengan anggaran sebesar Rp193.567.000,00 di lingkungan Kantor Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, menuai sorotan dan keluhan masyarakat.

Proyek tersebut diduga gagal total karena air yang dihasilkan dari sumur bor tersebut berasa asin dan dinilai tidak layak digunakan.

Ironisnya, lokasi pengeboran sumur baru tahun 2026 tersebut berada sangat dekat dengan proyek sumur bor lama yang juga mengalami kegagalan pada tahun 2019. Jarak antara sumur lama dan sumur baru disebut hanya sekitar dua meter saja.

Sejumlah pihak mempertanyakan perencanaan proyek tersebut, mengingat lokasi tersebut diketahui merupakan kawasan “zona merah” untuk pengeboran air bersih. Namun proyek tetap dilaksanakan meski terdapat riwayat kegagalan sebelumnya.

Selain itu, muncul pertanyaan terkait proses uji laboratorium air atau uji LEP yang dilakukan di Demak dan dinyatakan lolos uji tes. Padahal, fasilitas pemeriksaan kualitas air sebenarnya tersedia di Laboratorium Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Hal ini memunculkan dugaan dan tanda tanya dari berbagai pihak mengenai alasan pengujian dilakukan di luar daerah, banyak yang menyoroti kinerja PPTK dan PPKOM yang meloloskan proyek tersebut.

Masyarakat berspikulasi dana tersebut di peruntukan untuk bancaan kalangan yang terkait

Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk transparansi hasil uji kualitas air dan pertanggungjawaban pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran ratusan juta rupiah tersebut.lutfi

Berita Terkait

Konsisten Mengawal dan Memperjuangkan Suara Masyarakat Pesisir, Sumar Rosul Dianugerahi Parliamentary Awards 2026 Jawa Pos Radar Semarang.
Baru Selesai Dibangun Akhir 2025, Jembatan Tengeng Wetan Kembali Amblas
Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Langsung Oleh Presiden
Perkuat Program Sekolah Rakyat, Ketua Umum TP PKK Salurkan Bantuan bagi Siswa dan Guru di Biak Numfor
Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?
SKANDAL KOPERASI BROTHERS JAYA BERSAMA: Gaji 13 Guru Dipangkas Sepihak hingga Misteri RAT Fiktif yang Menyeret Birokrasi Rohil
Proyek Damparit APBN 2026 di Desa Karanggondang Disorot, Diduga Tak Pasang Papan Informasi Proyek
Buntut Insiden Merah Putih di Seba-Seba, Gabungan Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Nyatakan Siap Berjihad Secara Konstitusional dan Adat
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:52 WIB

Konsisten Mengawal dan Memperjuangkan Suara Masyarakat Pesisir, Sumar Rosul Dianugerahi Parliamentary Awards 2026 Jawa Pos Radar Semarang.

Senin, 3 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Baru Selesai Dibangun Akhir 2025, Jembatan Tengeng Wetan Kembali Amblas

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Langsung Oleh Presiden

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Perkuat Program Sekolah Rakyat, Ketua Umum TP PKK Salurkan Bantuan bagi Siswa dan Guru di Biak Numfor

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?

Berita Terbaru