Janji Manis Saat Kampanye, Realisasi Dipertanyakan Setelah Duduk di Kursi DPRD Kabupaten Pekalongan.

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekalongan — Setiap menjelang pemilihan legislatif, masyarakat Kabupaten Pekalongan kerap disuguhi berbagai janji manis dari para calon anggota DPRD.

Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan warga, hingga komitmen memperjuangkan aspirasi rakyat kecil.

Para calon wakil rakyat tersebut aktif turun ke lapangan, menyapa warga dari desa ke desa, menghadiri pertemuan, hingga menyampaikan visi dan misi yang terdengar meyakinkan. Tidak sedikit pula yang menjanjikan perbaikan jalan rusak, bantuan untuk petani dan nelayan, hingga kemudahan akses pekerjaan bagi generasi muda.

Namun, setelah terpilih dan resmi duduk di kursi DPRD Kabupaten Pekalongan, sebagian masyarakat mulai mempertanyakan realisasi dari janji-janji tersebut. Beberapa warga mengaku belum merasakan perubahan signifikan sesuai dengan yang dijanjikan saat kampanye.

“Dulu waktu kampanye sering datang ke sini, janjinya banyak. Tapi sekarang sudah jadi, jarang terlihat lagi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Fenomena ini bukan hal baru.

Pengamat politik menilai, janji kampanye seringkali menjadi strategi untuk menarik simpati pemilih. Namun, tanpa pengawasan dan keterlibatan aktif masyarakat, realisasi program bisa tidak maksimal.

Di sisi lain, sejumlah anggota DPRD juga menyatakan bahwa tidak semua janji bisa langsung direalisasikan.

Mereka beralasan adanya keterbatasan anggaran, proses birokrasi, serta harus menyesuaikan dengan program prioritas pemerintah daerah.
Meski demikian, transparansi dan komunikasi dengan masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Warga berharap para wakil rakyat tidak hanya hadir saat kampanye, tetapi juga konsisten memperjuangkan aspirasi setelah terpilih.

Masyarakat Kabupaten Pekalongan pun diimbau untuk lebih kritis dalam memilih calon pemimpin, serta aktif mengawal kinerja wakil rakyat yang telah mereka pilih.

Berita Terkait

Konsisten Mengawal dan Memperjuangkan Suara Masyarakat Pesisir, Sumar Rosul Dianugerahi Parliamentary Awards 2026 Jawa Pos Radar Semarang.
Baru Selesai Dibangun Akhir 2025, Jembatan Tengeng Wetan Kembali Amblas
Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Langsung Oleh Presiden
Perkuat Program Sekolah Rakyat, Ketua Umum TP PKK Salurkan Bantuan bagi Siswa dan Guru di Biak Numfor
Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?
SKANDAL KOPERASI BROTHERS JAYA BERSAMA: Gaji 13 Guru Dipangkas Sepihak hingga Misteri RAT Fiktif yang Menyeret Birokrasi Rohil
Proyek Damparit APBN 2026 di Desa Karanggondang Disorot, Diduga Tak Pasang Papan Informasi Proyek
Buntut Insiden Merah Putih di Seba-Seba, Gabungan Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Nyatakan Siap Berjihad Secara Konstitusional dan Adat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:52 WIB

Konsisten Mengawal dan Memperjuangkan Suara Masyarakat Pesisir, Sumar Rosul Dianugerahi Parliamentary Awards 2026 Jawa Pos Radar Semarang.

Senin, 3 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Baru Selesai Dibangun Akhir 2025, Jembatan Tengeng Wetan Kembali Amblas

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Langsung Oleh Presiden

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Perkuat Program Sekolah Rakyat, Ketua Umum TP PKK Salurkan Bantuan bagi Siswa dan Guru di Biak Numfor

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?

Berita Terbaru