Daftar Kepala Daerah Terseret Korupsi Pasca Pelantikan 2025, Dzoel SB: KPK Kapan Gilirannya Sulsel Utamanya Sinjai?

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SatuBerita, Online | Jakarta – Gelombang penindakan kasus korupsi di tingkat pemerintah daerah kembali mengguncang publik. Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, pada Jumat (13/3/2026).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan tim penyidik mengamankan 27 orang yang terdiri dari penyelenggara negara, ASN, hingga pihak swasta. Barang bukti berupa uang tunai yang diduga kuat berkaitan dengan suap proyek daerah turut disita.

​”Uang yang diamankan masih dalam proses penghitungan. Diduga berkaitan dengan praktik suap proyek pemerintah daerah,” ujar Budi dalam keterangannya.

Daftar Panjang Kepala Daerah Terjerat Korupsi 2025-2026

Penangkapan ini memperpanjang daftar hitam kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang baru dilantik pada 2025 namun sudah terseret perkara rasuah. Berikut daftarnya:

  1. ​Syamsul Auliya Rachman (Bupati Cilacap) – OTT 13 Maret 2026, dugaan suap proyek.
  2. Muhammad Fikri Thobari (Bupati Rejang Lebong) – OTT Maret 2026, dugaan fee proyek.
  3. Abdul Wahid (Gubernur Riau) – Dugaan pemerasan pejabat dinas.
  4. Fadia Arafiq (Bupati Pekalongan) – Dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.
  5. Ade Kuswara Kunang (Bupati Bekasi) – Dugaan suap dan ijon proyek.
  6. Sudewo (Bupati Pati) – Dugaan suap dan jual beli jabatan.
  7. Sugiri Sancoko (Bupati Ponorogo) – Dugaan suap proyek RSUD.
  8. Ardito Wijaya (Bupati Lampung Tengah) – Dugaan gratifikasi proyek pembangunan.
  9. Maidi (Wali Kota Madiun) – Dugaan suap proyek dan dana CSR.
  10. Abdul Azis (Bupati Kolaka Timur) – Dugaan suap proyek RSUD.

Dzoel SB: KPK Kapan Giliran Sulsel dan Sinjai?

Fenomena ini memicu reaksi keras dari jurnalis sekaligus aktivis lingkungan, Dzoel SB. Pria asal Sinjai ini menilai rangkaian OTT tersebut merupakan alarm keras bagi tata kelola daerah, namun ia mempertanyakan keberanian KPK menyentuh wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

​”Fenomena OTT ini seharusnya jadi alarm. Pertanyaannya, kapan giliran Sulawesi Selatan diperiksa secara serius? Terutama di Sinjai. Banyak laporan masyarakat yang sudah masuk, tapi publik masih menunggu langkah tegas,” tegas Dzoel kepada wartawan.

​Ia menyoroti laporan dugaan korupsi dari Laskar Merah Putih (LMP) Sulsel dan Komunitas Anti Korupsi Indonesia (KATIK) yang hingga kini dinilai belum ada progres signifikan.

Jangan Hanya Awasi Warung

Dzoel juga memberikan kritik menohok agar lembaga antirasuah tidak hanya fokus pada perkara-perkara kecil di daerah.

​”Kami berharap KPK tidak hanya mengawasi hal-hal kecil seperti warung makan seperti di Sinjai, tetapi juga menindak dugaan korupsi besar yang menyangkut dana publik,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat bergantung pada tindakan nyata aparat penegak hukum dalam mengusut kasus-kasus besar.

​”Keadilan tidak boleh berhenti di atas kertas. Ia harus hadir dalam tindakan nyata. Keadilan tak boleh berhenti di pintu air. Ia harus mengalir sampai menara terakhir,” pungkas Dzoel dengan puitis.

Penulis : Redaksi

Editor : Hafiz

Sumber Berita: Laskar Merah Putih (LMP)

Berita Terkait

DPD LPK-RI Jabar Layangkan Surat Pembatalan PHK sepihak PT.kahoindah Citragarment
Heboh! Oknum Pegawai RSUD Cabang Bungin Bekasi Diduga Gadai Mobil Rental Milik Pegawai Pemda
Tewas Tertimpa Tong Pengolahan Emas, Polres Madina Diminta Periksa Pengelola
Sorotan Kasus IPL Rp11 Miliar Kapuk Muara: LBH Harimau Raya Minta Pembuktian Konkret, Apresiasi Resmob Polres Jakut
Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Kepala Daerah Kunci Atasi Persoalan Kebebasan Beragama
Wamendagri Wiyagus: Penanganan TB Tak Hanya Jadi Tanggung Jawab Sektor Kesehatan
Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Kemendagri Dorong Pemda di Maluku Perkuat Strategi Efisiensi Belanja Pegawai
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:18 WIB

DPD LPK-RI Jabar Layangkan Surat Pembatalan PHK sepihak PT.kahoindah Citragarment

Selasa, 22 September 2026 - 20:20 WIB

Heboh! Oknum Pegawai RSUD Cabang Bungin Bekasi Diduga Gadai Mobil Rental Milik Pegawai Pemda

Selasa, 22 September 2026 - 17:50 WIB

Tewas Tertimpa Tong Pengolahan Emas, Polres Madina Diminta Periksa Pengelola

Selasa, 22 September 2026 - 14:15 WIB

Sorotan Kasus IPL Rp11 Miliar Kapuk Muara: LBH Harimau Raya Minta Pembuktian Konkret, Apresiasi Resmob Polres Jakut

Senin, 21 September 2026 - 15:33 WIB

Wamendagri Wiyagus: Penanganan TB Tak Hanya Jadi Tanggung Jawab Sektor Kesehatan

Berita Terbaru