Buruh Tambang Bogor Sumedang Cirebon Demo di Gedung Sate Tuntut Kejelasan Nasib

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuberita.online, Bandung || Ratusan pekerja tambang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Jumat (6/2/2026). Mereka membawa dump truk sebagai bentuk protes atas nasib mereka yang terkatung-katung sejak aktivitas pertambangan dihentikan sementara.

Para pekerja ini datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor, seperti Cigudeg, Rumpin, hingga Parungpanjang. Kedatangan mereka bahkan sempat memblokir ruas Jalan Diponegoro dan mengepung gerbang utama Gedung Sate.

Dalam aksi tersebut, para pekerja menyuarakan keresahan mereka terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menghentikan sementara aktivitas pertambangan sejak September 2025.

Kebijakan yang awalnya disebut sementara ini dinilai tidak pernah memberikan kejelasan lebih lanjut, sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi ribuan pekerja di sektor pertambangan. Massa aksi mendesak agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau perwakilan dari Pemprov Jabar menemui mereka secara langsung.

“Gubernur, wakil gubernur, minimal sekda turun ke bawah. Kita hanya ingin berdiskusi,” ujar koordinator aksi Yadi Suryadi.

Yadi menegaskan bahwa penghentian aktivitas tambang yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan telah berdampak besar pada kehidupan para buruh. “Katanya sementara, tapi tidak ada kejelasan sementara itu sampai kapan. Itu yang menjadi pertanyaan masyarakat,” ujarnya.

Dampak Penghentian Tambang
Menurut Yadi, kebijakan penghentian tambang tidak hanya merugikan buruh tambang, tetapi juga pengusaha dan masyarakat di sekitarnya. Ia bahkan berpendapat bahwa kondisi ini justru menguntungkan pihak luar Jawa Barat karena kebutuhan material bangunan harus dipasok dari daerah lain.

Dampak lainnya juga mulai dirasakan di pasar. Harga bahan material bangunan di Jawa Barat dilaporkan melonjak tajam akibat terhentinya produksi tambang lokal.

“Harga bahan material bisa naik sampai dua kali lipat. Ini jelas menghambat pembangunan,” tuturnya.

Melalui aksi ini, para pekerja tambang menuntut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memberikan kepastian kebijakan dan jaminan hukum bagi usaha pertambangan yang telah memiliki izin resmi.

Mereka menuntut kejelasan bagi perusahaan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP), Surat Izin Pertambangan Batuan (SIPB), maupun yang sedang dalam proses perpanjangan izin.

Tabel: Daftar Dampak Penghentian Tambang
Berikut adalah rangkuman dampak yang dirasakan akibat penghentian aktivitas pertambangan di Jawa Barat menurut para pengunjuk rasa:

Aksi Berlanjut
Aksi di Gedung Sate ini dipastikan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Yadi menyatakan bahwa massa dari berbagai daerah lain akan terus berdatangan untuk menyampaikan tuntutan yang serupa.

“Dari aliansi semua. Ini datang dari Bogor, dari Subang, dari Padalarang, dan dari daerah lainnya. Dan kita akan terus berdatangan, karena di sini banyak, selain masyarakat yang terdampak,” pungkasnya

Penulis : Redaksi

Sumber Berita: Pekerja Buruh

Berita Terkait

DPD LPK-RI Jabar Layangkan Surat Pembatalan PHK sepihak PT.kahoindah Citragarment
Heboh! Oknum Pegawai RSUD Cabang Bungin Bekasi Diduga Gadai Mobil Rental Milik Pegawai Pemda
Tewas Tertimpa Tong Pengolahan Emas, Polres Madina Diminta Periksa Pengelola
Sorotan Kasus IPL Rp11 Miliar Kapuk Muara: LBH Harimau Raya Minta Pembuktian Konkret, Apresiasi Resmob Polres Jakut
Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Kepala Daerah Kunci Atasi Persoalan Kebebasan Beragama
Wamendagri Wiyagus: Penanganan TB Tak Hanya Jadi Tanggung Jawab Sektor Kesehatan
Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Kemendagri Dorong Pemda di Maluku Perkuat Strategi Efisiensi Belanja Pegawai
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:18 WIB

DPD LPK-RI Jabar Layangkan Surat Pembatalan PHK sepihak PT.kahoindah Citragarment

Selasa, 22 September 2026 - 20:20 WIB

Heboh! Oknum Pegawai RSUD Cabang Bungin Bekasi Diduga Gadai Mobil Rental Milik Pegawai Pemda

Selasa, 22 September 2026 - 17:50 WIB

Tewas Tertimpa Tong Pengolahan Emas, Polres Madina Diminta Periksa Pengelola

Selasa, 22 September 2026 - 14:15 WIB

Sorotan Kasus IPL Rp11 Miliar Kapuk Muara: LBH Harimau Raya Minta Pembuktian Konkret, Apresiasi Resmob Polres Jakut

Senin, 21 September 2026 - 15:33 WIB

Wamendagri Wiyagus: Penanganan TB Tak Hanya Jadi Tanggung Jawab Sektor Kesehatan

Berita Terbaru