Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Langsung Oleh Presiden

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SatuBerita, Online//Jatinangor – Di balik seragam putih yang dikenakan saat pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), terdapat kisah perjuangan seorang anak petani asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar. Berkat kerja keras dan ketekunannya, Toriq berhasil meraih prestasi sebagai salah satu lulusan terbaik IPDN Tahun 2026. Ia menjadi satu dari tiga Purna Praja yang memperoleh kehormatan disematkan langsung tanda pangkat Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto. Minggu, 2 Agustus 2026

Toriq merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang berasal dari keluarga sederhana. Orang tuanya menggantungkan kehidupan sehari-hari sebagai petani, peternak bebek, sekaligus menjual telur bebek ke warung-warung di sekitar tempat tinggalnya. Sementara itu, kakaknya bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kayu yang tidak jauh dari rumah. Berbekal tekad untuk mengangkat derajat keluarganya, Toriq mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada 2022.

“Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat 2 pada hasil akhir tesnya di Provinsi Jawa Tengah untuk di IPDN sendiri karena memang merupakan sekolah kedinasan yang ikatan dinas, di dalamnya kita dibiayai oleh negara baik biaya hidup maupun biaya pendidikan,” jelas Toriq dalam wawancaranya di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Namun, dalam perjalanannya, Toriq turut menghadapi keterbatasan biaya untuk mengikuti SPCP IPDN. Jarak Banyumas menuju Semarang sebagai lokasi seleksi membuat keluarganya harus berjuang menyediakan biaya transportasi maupun kebutuhan administrasi. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, keluarganya berusaha mencari bantuan agar Toriq dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas, yang letaknya itu sekitar 4 atau 5 jam dari rumah saya, jadi saya tentu harus menyediakan biaya untuk transport, ataupun untuk berkas juga. Nah, saat itu kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu,” jelas Toriq.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Toriq berhasil melewati seluruh tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan. Bahkan, ia mencatatkan nilai SKD sekitar 455 dan menjadi peringkat pertama di sesi seleksinya, sebelum akhirnya meraih peringkat kedua hasil akhir seleksi Provinsi Jawa Tengah.

“Saya merasa sangat bangga dan bisa menjadi salah satu dari tiga orang perwakilan penyematan yang disematkan langsung oleh Presiden, merupakan suatu pengalaman yang sangat-sangat membanggakan, suatu mimpi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Jadi Alhamdulillah,” ungkapnya.

Momentum tersebut semakin memperkuat tekadnya untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sebagai aparatur pemerintah. “Kami siap mengabdi. Kami siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Jembatan Tengeng Wetan Kembali Rusak, Mutu Konstruksi Jadi Sorotan
Perkuat Program Sekolah Rakyat, Ketua Umum TP PKK Salurkan Bantuan bagi Siswa dan Guru di Biak Numfor
Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?
SKANDAL KOPERASI BROTHERS JAYA BERSAMA: Gaji 13 Guru Dipangkas Sepihak hingga Misteri RAT Fiktif yang Menyeret Birokrasi Rohil
Proyek Damparit APBN 2026 di Desa Karanggondang Disorot, Diduga Tak Pasang Papan Informasi Proyek
Buntut Insiden Merah Putih di Seba-Seba, Gabungan Masyarakat Adat Kerajaan Bungku Nyatakan Siap Berjihad Secara Konstitusional dan Adat
OPINI: Ketika Inspirasi dan Gerakan Menyatu: Resep SDN Waluya 01 Ubah Masa Depan Anak Negeri
Satpol PP Temukan Sejumlah Botol Minuman Saat Operasi Angkringan di Alun-Alun KajenKAJEN, Kabupaten.
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Jembatan Tengeng Wetan Kembali Rusak, Mutu Konstruksi Jadi Sorotan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Langsung Oleh Presiden

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Perkuat Program Sekolah Rakyat, Ketua Umum TP PKK Salurkan Bantuan bagi Siswa dan Guru di Biak Numfor

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Surat Audiensi Sudah Masuk, Pejabat Tak Muncul!, Ada Apa dengan Dinas Transmigrasi Luwu Timur?

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:48 WIB

Proyek Damparit APBN 2026 di Desa Karanggondang Disorot, Diduga Tak Pasang Papan Informasi Proyek

Berita Terbaru

Uncategorized

Jembatan Tengeng Wetan Kembali Rusak, Mutu Konstruksi Jadi Sorotan

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:37 WIB