Pemkab Pekalongan Siapkan Sejumlah Langkah Antisipasi Kekeringan Sawah Jelang Musim Kemarau.

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pekalongan– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan sawah menjelang musim kemarau tahun 2026.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan DKPP Kabupaten Pekalongan, Sutanto, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan para penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di lapangan.

“Ke depan kami selalu berkoordinasi dengan rekan-rekan penyuluh pertanian, karena mereka memang ujung tombak. Setiap hari kita bisa melihat luas tambah tanam di Kabupaten Pekalongan, sehingga kita punya data untuk memprediksi kemungkinan terjadinya kemarau dan kekeringan,” ujar Sutanto saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, berdasarkan pengalaman, wilayah yang kerap terdampak kekeringan berada di daerah dataran bawah, khususnya pada lahan persawahan di Kecamatan Bojong dan Sragi. Sementara itu, musim kemarau diperkirakan berlangsung mulai Sekitar Agustus atau September mendatang.

“Selama ini kekeringan sering terjadi di daerah bawah. Di Kabupaten Pekalongan, tanaman padi di wilayah Bojong dan Sragi juga sangat berpengaruh, tapi sudah kita mitigasi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, DKPP bersama pemerintah provinsi dan pusat menjalankan sejumlah program, di antaranya pompanisasi dan pipanisasi guna memanfaatkan sumber air dari sungai maupun air tanah dangkal.

“Untuk menanggulangi kekeringan, bisa melalui kegiatan pompanisasi dan pipanisasi, yaitu mengambil sumber air dari sungai atau air tanah dangkal. Ini sudah kita akses, baik dari provinsi maupun pusat melalui Kementerian Pertanian,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong petani melakukan diversifikasi tanaman apabila kondisi tidak memungkinkan untuk menanam padi.

“Kalau memang tidak memungkinkan tanam padi, kita dorong diversifikasi tanaman, jadi petani tetap menanam, tapi dengan palawija,” tambahnya.

Upaya lain yang dilakukan adalah pembangunan infrastruktur konservasi air seperti dam parit dan long storage melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Tak hanya itu, penggunaan pupuk organik juga terus disosialisasikan kepada petani untuk menjaga kelembapan tanah sehingga dapat mengurangi dampak kekeringan.

“Kami juga menghimbau petani untuk menggunakan pupuk organik, karena bisa menjaga kelembapan tanah dan membantu mengurangi dampak kekeringan,” ungkap Sutanto.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman petani dalam mengelola kebutuhan air tanaman padi, serta koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, penyuluh, dan petani di lapangan.

“Petani perlu memahami bahwa padi itu bukan tanaman air, tapi tanaman yang membutuhkan air, sehingga harus bisa mengatur kebutuhan airnya. Koordinasi antara pemerintah kabupaten, penyuluh, dan petani juga sangat penting,” pungkasnya. (Redaksi)

Berita Terkait

Ibu Rumah Tangga di Batang Diduga Jadi Korban Penipuan Modus Gadai Mobil Rental, Rp35 Juta Raib
Dapur MBG Kambangan Blado Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Administrasi
WALI MURID KELUHKAN MENU MBG DI TK POS PAUD ANGGREK PESALAKAN, PERTANYAKAN ASPEK GIZI
LSM KCBI: Truk Over Tonase 24 Jam Hilir Mudik, UU Minerba Mati di Meja Stopail Ilegal Muara Enim
Diduga Santri Pondok Pesantren di Pati Mengalami Kekerasan Usai Ketahuan Membawa Jajanan dari Luar
Diduga Terjadi Percobaan Penggelapan Mobil, Pemilik Unit Laporkan Mitra Usaha Ambanyumili ke Polres Pekalongan
Diduga Pengawasan Kecamatan Kurang Optimal, Sejumlah Persoalan Desa di Paninggaran Jadi Sorotan
TIGA PEMBOBOL SDN PEGANDON DITANGKAP POLISI, SATU PELAKU MASIH ANAK DI BAWAH UMUR

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:31

Ibu Rumah Tangga di Batang Diduga Jadi Korban Penipuan Modus Gadai Mobil Rental, Rp35 Juta Raib

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:56

Dapur MBG Kambangan Blado Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Administrasi

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47

WALI MURID KELUHKAN MENU MBG DI TK POS PAUD ANGGREK PESALAKAN, PERTANYAKAN ASPEK GIZI

Senin, 8 Juni 2026 - 14:43

LSM KCBI: Truk Over Tonase 24 Jam Hilir Mudik, UU Minerba Mati di Meja Stopail Ilegal Muara Enim

Senin, 8 Juni 2026 - 10:12

Diduga Santri Pondok Pesantren di Pati Mengalami Kekerasan Usai Ketahuan Membawa Jajanan dari Luar

Berita Terbaru