SATUBERITA, ONLINE//Tangerang – Majelis Pengawas dan Konsultasi (HMI) resmi menyampaikan rekomendasi strategis terkait pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Ketua Umum PB HMI untuk Kongres XXXIII Tahun 2026. Rekomendasi ini disampaikan dalam forum Pleno II Pengurus Besar HMI yang digelar di Bumi Perkemahan Kitri Bhakti, Tangerang, Banten.
Forum yang berlangsung pada 12–15 Februari 2026 ini merupakan agenda pengambilan keputusan tertinggi di tingkat Pengurus Besar di luar Kongres. Acara ini dihadiri oleh seluruh unsur PB HMI, Badan Koordinasi (Badko) se-Indonesia, hingga Bakornas Lembaga Profesi.
Jaga Kualitas Kepemimpinan Nasional
MPK HMI menilai proses reproduksi kepemimpinan nasional merupakan hulu strategis yang menentukan kualitas organisasi di masa depan. Oleh karena itu, MPK meminta agar pembentukan Pansel ditetapkan sebagai produk resmi Pleno II PB HMI.
”Panitia Seleksi yang direkomendasikan terdiri dari unsur MPK HMI dan perwakilan PB HMI. Komposisi ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan, objektivitas, serta legitimasi proses,” tulis MPK HMI dalam siaran persnya, Jumat (13/2/2026).
Nantinya, Pansel bertugas menyusun regulasi administratif, melakukan verifikasi bakal calon, hingga mengatur tahapan kampanye agar berjalan tertib dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Verifikasi Substantif: Tak Sekadar Relasi
Output dari Pansel ini diharapkan menghasilkan daftar calon yang memenuhi kriteria AD/ART serta memiliki kelayakan substantif. MPK menekankan pentingnya mengukur kualitas ideologis, kapasitas manajerial, kedalaman intelektual, dan integritas moral para calon secara terbuka.
Hasil verifikasi tersebut akan disampaikan secara transparan kepada cabang-cabang di seluruh Indonesia sebagai referensi objektif. Dengan sistem ini, dukungan terhadap kandidat diharapkan tidak lagi hanya bertumpu pada relasi atau preferensi semata, melainkan pada kapasitas dan gagasan yang teruji.
Menuju Satu Abad HMI dan Indonesia Emas 2045
Jika disepakati oleh forum Pleno II, Pansel akan segera melakukan silaturahmi kelembagaan kepada HMI Connection untuk menghimpun masukan dari kader lintas generasi. Langkah ini diambil guna menjawab tantangan relevansi HMI dalam lanskap perubahan dunia.
Mengingat tahun 2026 menandai usia 79 tahun HMI, organisasi ini mulai bersiap menuju satu abad perjalanannya yang beririsan dengan agenda Indonesia Emas 2045. Kualitas kepemimpinan HMI dipandang bukan lagi sekadar urusan internal, melainkan tanggung jawab sejarah bagi bangsa dan dunia.
Penulis : Redaksi
Editor : Hafidz
Sumber Berita: Arri Edimar








