SatuBerita, online//JAKARTA – Dinamika perkembangan suatu organisasi senantiasa diwarnai oleh berbagai tantangan, kendala, serta aspek-aspek yang belum terlaksana secara optimal seiring dengan berjalannya waktu. Hal tersebut menjadi pokok pembahasan utama dalam wawancara eksklusif dengan Wakil Ketua Umum Perkumpulan Pemimpin Redaksi Independen (PPRI), Abdul Hamid. Menurutnya, segala bentuk kekurangan yang terjadi pada masa kini bukanlah indikasi kegagalan, melainkan bahan evaluasi yang bernilai strategis untuk menyusun kerangka perbaikan yang lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Kesadaran Terhadap Kekurangan Sebagai Langkah Awal Transformasi Kelembagaan
Bagi Abdul Hamid, pengakuan dan kesadaran atas adanya kekurangan merupakan tahapan paling fundamental dalam upaya melakukan perubahan dan penyempurnaan. Ia berpandangan bahwa organisasi yang berkualitas bukanlah entitas yang sepenuhnya bebas dari kekurangan atau kesalahan, melainkan organisasi yang memiliki keberanian untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta memperbaiki segala hal yang belum sempurna secara terus-menerus.
“Seluruh aspek yang belum tercapai secara maksimal, serta hal-hal yang masih menjadi kekurangan dalam penyelenggaraan organisasi saat ini, sejatinya merupakan bahan kajian ilmiah dan evaluasi menyeluruh bagi seluruh elemen. Tidak sepatutnya kekurangan tersebut dianggap sebagai hal yang memalukan atau perlu disembunyikan, sebab justru dari hasil analisis tersebut kita dapat mengetahui bagian mana yang memerlukan penyempurnaan, aspek apa yang harus ditingkatkan, serta ke arah mana organisasi seharusnya melangkah dalam periode selanjutnya,” ungkap Abdul Hamid secara tegas.
Evaluasi yang Objektif dan Transparan Sebagai Fondasi Kemajuan
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sikap terbuka serta objektivitas dalam menilai segala kekurangan yang ada menjadi modal utama dalam membangun kelembagaan yang kokoh, profesional, dan memiliki kredibilitas tinggi. Dalam perjalanan panjang perkembangan PPRI, berbagai program atau kebijakan yang belum berjalan sesuai harapan dijadikan sebagai pembelajaran berharga untuk menyusun regulasi, menyempurnakan program kerja, serta memperbaiki sistem manajemen agar lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi maupun masyarakat luas.
“Kekurangan yang kita temukan hari ini merupakan landasan pijakan untuk melangkah dengan lebih baik pada masa yang akan datang. Apabila kita tidak mampu mengidentifikasi letak kelemahan dan kekurangan yang dimiliki, maka arah perbaikan tidak akan pernah dapat ditentukan secara tepat. Oleh karena itu, proses evaluasi harus dilaksanakan dengan penuh kejujuran, keterbukaan, dan mencakup seluruh aspek kelembagaan, tanpa adanya rasa ragu atau sungkan, demi tercapainya kemajuan organisasi yang menjadi cita-cita bersama,” tambahnya.
Partisipasi Seluruh Komponen Organisasi Sebagai Penentu Keberhasilan Perbaikan
Abdul Hamid juga menekankan bahwa upaya perbaikan kelembagaan tidak dapat dilaksanakan secara sepihak, melainkan memerlukan dukungan, masukan konstruktif, serta kerja sama yang sinergis dari seluruh komponen dan anggota organisasi. Setiap kritik, saran, maupun temuan kekurangan yang disampaikan oleh berbagai pihak merupakan bentuk kepedulian yang sangat berharga untuk menyempurnakan kinerja organisasi secara menyeluruh.
“Tujuan utama yang ingin kita wujudkan adalah menjadikan PPRI sebagai organisasi yang senantiasa bertumbuh, berkembang, dan mampu memberikan kontribusi serta manfaat nyata bagi seluruh anggotanya maupun kepentingan publik. Oleh sebab itu, marilah kita jadikan setiap kekurangan yang ada saat ini sebagai motivasi untuk melakukan pembenahan, berinovasi, serta meningkatkan kualitas kinerja secara signifikan di masa depan. Tidak akan ada perbaikan yang bermakna tanpa adanya pemahaman atas kekurangan yang dimiliki, dan tidak akan ada kemajuan yang berkelanjutan tanpa adanya proses evaluasi yang terstruktur dan objektif,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi kelembagaan, menyatukan visi dan misi, serta membangun budaya organisasi yang berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara terus-menerus.
Penulis : Redaksi
Editor : Hafidz
Sumber Berita: Awak Media








