WAKETUM DPP PPRI : KEKURANGAN KITA SEKARANG ADALAH EVALUASI DAN BERBENAH UNTUK HARI BESOK

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SatuBerita, online//JAKARTA – Dinamika perkembangan suatu organisasi senantiasa diwarnai oleh berbagai tantangan, kendala, serta aspek-aspek yang belum terlaksana secara optimal seiring dengan berjalannya waktu. Hal tersebut menjadi pokok pembahasan utama dalam wawancara eksklusif dengan Wakil Ketua Umum Perkumpulan Pemimpin Redaksi Independen (PPRI), Abdul Hamid. Menurutnya, segala bentuk kekurangan yang terjadi pada masa kini bukanlah indikasi kegagalan, melainkan bahan evaluasi yang bernilai strategis untuk menyusun kerangka perbaikan yang lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan di masa mendatang.

Kesadaran Terhadap Kekurangan Sebagai Langkah Awal Transformasi Kelembagaan

Bagi Abdul Hamid, pengakuan dan kesadaran atas adanya kekurangan merupakan tahapan paling fundamental dalam upaya melakukan perubahan dan penyempurnaan. Ia berpandangan bahwa organisasi yang berkualitas bukanlah entitas yang sepenuhnya bebas dari kekurangan atau kesalahan, melainkan organisasi yang memiliki keberanian untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta memperbaiki segala hal yang belum sempurna secara terus-menerus.

“Seluruh aspek yang belum tercapai secara maksimal, serta hal-hal yang masih menjadi kekurangan dalam penyelenggaraan organisasi saat ini, sejatinya merupakan bahan kajian ilmiah dan evaluasi menyeluruh bagi seluruh elemen. Tidak sepatutnya kekurangan tersebut dianggap sebagai hal yang memalukan atau perlu disembunyikan, sebab justru dari hasil analisis tersebut kita dapat mengetahui bagian mana yang memerlukan penyempurnaan, aspek apa yang harus ditingkatkan, serta ke arah mana organisasi seharusnya melangkah dalam periode selanjutnya,” ungkap Abdul Hamid secara tegas.

Evaluasi yang Objektif dan Transparan Sebagai Fondasi Kemajuan

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sikap terbuka serta objektivitas dalam menilai segala kekurangan yang ada menjadi modal utama dalam membangun kelembagaan yang kokoh, profesional, dan memiliki kredibilitas tinggi. Dalam perjalanan panjang perkembangan PPRI, berbagai program atau kebijakan yang belum berjalan sesuai harapan dijadikan sebagai pembelajaran berharga untuk menyusun regulasi, menyempurnakan program kerja, serta memperbaiki sistem manajemen agar lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi maupun masyarakat luas.

“Kekurangan yang kita temukan hari ini merupakan landasan pijakan untuk melangkah dengan lebih baik pada masa yang akan datang. Apabila kita tidak mampu mengidentifikasi letak kelemahan dan kekurangan yang dimiliki, maka arah perbaikan tidak akan pernah dapat ditentukan secara tepat. Oleh karena itu, proses evaluasi harus dilaksanakan dengan penuh kejujuran, keterbukaan, dan mencakup seluruh aspek kelembagaan, tanpa adanya rasa ragu atau sungkan, demi tercapainya kemajuan organisasi yang menjadi cita-cita bersama,” tambahnya.

Partisipasi Seluruh Komponen Organisasi Sebagai Penentu Keberhasilan Perbaikan

Abdul Hamid juga menekankan bahwa upaya perbaikan kelembagaan tidak dapat dilaksanakan secara sepihak, melainkan memerlukan dukungan, masukan konstruktif, serta kerja sama yang sinergis dari seluruh komponen dan anggota organisasi. Setiap kritik, saran, maupun temuan kekurangan yang disampaikan oleh berbagai pihak merupakan bentuk kepedulian yang sangat berharga untuk menyempurnakan kinerja organisasi secara menyeluruh.

“Tujuan utama yang ingin kita wujudkan adalah menjadikan PPRI sebagai organisasi yang senantiasa bertumbuh, berkembang, dan mampu memberikan kontribusi serta manfaat nyata bagi seluruh anggotanya maupun kepentingan publik. Oleh sebab itu, marilah kita jadikan setiap kekurangan yang ada saat ini sebagai motivasi untuk melakukan pembenahan, berinovasi, serta meningkatkan kualitas kinerja secara signifikan di masa depan. Tidak akan ada perbaikan yang bermakna tanpa adanya pemahaman atas kekurangan yang dimiliki, dan tidak akan ada kemajuan yang berkelanjutan tanpa adanya proses evaluasi yang terstruktur dan objektif,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi kelembagaan, menyatukan visi dan misi, serta membangun budaya organisasi yang berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara terus-menerus.

Penulis : Redaksi

Editor : Hafidz

Sumber Berita: Awak Media

Berita Terkait

Ibu Rumah Tangga di Batang Diduga Jadi Korban Penipuan Modus Gadai Mobil Rental, Rp35 Juta Raib
Dapur MBG Kambangan Blado Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Administrasi
WALI MURID KELUHKAN MENU MBG DI TK POS PAUD ANGGREK PESALAKAN, PERTANYAKAN ASPEK GIZI
LSM KCBI: Truk Over Tonase 24 Jam Hilir Mudik, UU Minerba Mati di Meja Stopail Ilegal Muara Enim
Diduga Santri Pondok Pesantren di Pati Mengalami Kekerasan Usai Ketahuan Membawa Jajanan dari Luar
Diduga Terjadi Percobaan Penggelapan Mobil, Pemilik Unit Laporkan Mitra Usaha Ambanyumili ke Polres Pekalongan
Diduga Pengawasan Kecamatan Kurang Optimal, Sejumlah Persoalan Desa di Paninggaran Jadi Sorotan
TIGA PEMBOBOL SDN PEGANDON DITANGKAP POLISI, SATU PELAKU MASIH ANAK DI BAWAH UMUR

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:31

Ibu Rumah Tangga di Batang Diduga Jadi Korban Penipuan Modus Gadai Mobil Rental, Rp35 Juta Raib

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:56

Dapur MBG Kambangan Blado Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Administrasi

Senin, 8 Juni 2026 - 14:47

WALI MURID KELUHKAN MENU MBG DI TK POS PAUD ANGGREK PESALAKAN, PERTANYAKAN ASPEK GIZI

Senin, 8 Juni 2026 - 14:43

LSM KCBI: Truk Over Tonase 24 Jam Hilir Mudik, UU Minerba Mati di Meja Stopail Ilegal Muara Enim

Senin, 8 Juni 2026 - 10:12

Diduga Santri Pondok Pesantren di Pati Mengalami Kekerasan Usai Ketahuan Membawa Jajanan dari Luar

Berita Terbaru